Minggu, 9 Agustus 2009 13:54 WIB News Share :

Jenazah teroris diotopsi, pasien RS Polri was-was

Jakarta–Jenazah teroris yang tewas dalam penyergapan di Temanggung, Jawa Tengah kemarin sedang diotopsi di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati. Keberadaan jenazah teroris ini membuat beberapa pasien RS ini menjadi was-was ketakutan dan penasaran.

Penelusuran mendapatkan beberapa pasien yang tampak penasaran dengan jenazah yang sedang diotopsi. Mereka menyaksikan dari jauh ruang otopsi RS Polri. Sementara sebagian yang lain dengan bergerombol di depan ruang forensik tampak khawatir dan cemas.

“Wah bikin saya penasaran, takut saya, orang pada ngomong Noordin M. Top di sini. Kemarin kan tembak-tembakan, terus mayatnya dibawa ke sini,” ujar salah satu pasien RS Polri, Aat Sumiryati saat berbincang dengan wartawan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (9/8).

Aat yang tengah berjalan-jalan melihat ruang forensik RS Polri, dengan dibimbing tiga murid yang menjenguknya, terlihat sangat penasaran dengan banyaknya wartawan dan aparat yang berjaga.

Aat mengaku khawatir mendengar kabar ada mayat Noordin M. Top diotopsi di rumah sakit tempat dia dirawat. Pikiran Aat dihantui rasa takut dibom oleh teman-teman Noordin yang tidak terima.

“Saya was-was kalau teman-temannya ke sini, kemarin ada orang berjenggot pakai baju putih, eh taunya nyari temennya yang sakit. Saya di sini takut bukannya sakit karena diabet, tapi takut malah sakit kena bom,” ujar penderita diabetes ini.

Aat sampai minta pulang karena rasa takutnya. Namun karena kesehatannya belum membaik, pihak dokter belum memperbolehkan pulang.

“Saya dari kemarin di sini, sudah minta pulang tapi nggak dikasih, mana saya was-was, gula darah malah naik,” ungkap guru SMP 258 Cibubur ini.

Aat mengaku terganggu karena berisik. Selain itu, beredar cerita di rumah sakit mengenai ketakutan terorisme dan pemboman.

“Terganggu lah, berisik, orang pada cerita bom di sana-sini,” jelasnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…