Minggu, 9 Agustus 2009 18:04 WIB News Share :

Gunung Semeru meletus

Lumajang–Gunung Semeru (3.676 mdpl) di Jawa Timur, mengeluarkan letusan cukup keras dan material vulkanik yang membumbung hingga ketinggian 1.000 meter dari puncak Semeru pada Sabtu malam (8/8).

“Suara letusan Gunung Semeru pada Sabtu (8/8) malam cukup keras dan materialnya diperkirakan menyembur hingga mencapai sekitar 1.000 meter,” kata tokoh masyarakat Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Hery Gunawan, Minggu (9/8).

Menurut dia, hampir semua warga di lereng Semeru di Desa Sumbermujur keluar rumah untuk melihat aktivitas Semeru, namun mereka tidak panik mendengar letusan itu.

“Warga keluar rumah hanya untuk memandang letusan itu dari depan rumah masing-masing. Warga sudah terbiasa dengan bunyi letusan itu,” katanya menerangkan.

Namun diakui bunyi letusan yang terdengar pada Sabtu (8/8) malam lebih keras dibandingkan beberapa bulan terakhir

Warga di lereng Semeru, kata dia, mendengar bunyi letusan yang cukup keras terakhir kali pada awal Februari lalu dan mendengar letusan yang hampir sama kerasnya pada Sabtu (8/8) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

“Warga justru senang mendengar letusan Semeru karena letusan itu menandakan Semeru tidak berbahaya,” katanya.

Setelah letusan itu, kata dia, tidak ada tanda-tanda hujan abu atau lahar dingin yang turun sehingga warga lereng Semeru menjalankan aktivitasnya ssperti biasa.

“Tidak ada hujan abu hingga Minggu ini sehingga warga bekerja di sawah dengan tenang,” katanya.

Sementara petugas Pos Pantau Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Hery Kuswandarto membenarkan letusan Semeru yang cukup keras pada Sabtu (8/8) malam sehingga terdengar oleh warga di sekitar lereng Semeru.

“Letusan Semeru mencapai ketinggian 1.000 meter, namun hal itu adalah perilaku wajar Semeru,” katanya.

Ia menjelaskan, letusan Semeru pada hari-hari normal mencapai ketinggian sekitar 500-600 meter dari puncak Semeru.

Beberapa bulan terakhir, kata dia, Semeru hanya mengeluarkan letusan kurang dari 50 kali letusan setiap harinya sehingga statusnya masih waspada.

“Data di PPGA Semeru tercatat jumlah letusan Semeru selama sehari ini mencapai 17 kali letusan,” katanya.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Populisme APBN 2018

Gagasan ini ini dimuat Harian Solopso edisi Rabu (15/11/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Pemerintah dan DPR telah menyepakati RAPBN 2018 menjadi APBN 2018. Beberapa…