Sabtu, 8 Agustus 2009 09:40 WIB News Share :

Teroris Jatiasih selalu tertutup

Bekasi–Warga Perumahan Puri Nusa Pala, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, sudah mencurigai rumah yang digerebek polisi dikontrak jaringan teroris. Sebab, rumah tersebut selalu tertutup.

Kondisi rumah itu sepi walaupun dihuni tiga orang. Para tetangga lalu melaporkan pada Ketua RT 4 RW 12 di lingkungan tersebut, Sundoyo, 47 tahun.

Sundoyo kemudian pada Jumat (31/7) lalu mendatangi rumah itu. Saat mendatangi rumah, Sundoyo disambut Ahmad Feri. Feri lalu memberikan fotokopi KTP sebagai tanda lapor. “Sekalian ya Pak. Kalau begitu, saya tidak usah melapor lagi ya,” kata Feri seperti yang ditirukan Sundoyo.

Menurut Sundoyo, keesokan harinya petugas polisi meminta KTP yang beralamat di Bekasi Utara tersebut.
“Saya lupa alamatnya,” kata Sundoyo.

Polisi sudah mengintai rumah tersebut sekitar 10 hari. Waktu yang sama juga dilakukan untuk mengintai rumah di Desa Beji, Kedu, Temanggung. Kedua lokasi merupakan pengembangan dari pengakuan Amir Abdillah yang ditangkap dua pekan lalu.

Amir Abdillah ditangkap di Koja. Amir adalah penyewa kamar 1808 di Hotel Ritz Carlton. Selain Amir, polisi juga berhasil menangkap Suryana Sarli alias Yayan alias Yana alias Gepeng, 28 tahun, di Koja pada Rabu sore lalu. Mereka diduga terkait ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton pada 17 Juli lalu.

tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…