Sabtu, 8 Agustus 2009 11:00 WIB News Share :

Rumah di Jatiasih diintai 10 hari lalu

Jakarta–Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono menyatakan, rumah kontrakan Ahmad Fery yang terletak di RT 4 RW 12 Kelurahan Jati Makmur, Jatiasih Bekasi Jawa Barat dan diduga menjadi sarang teroris telah diintai oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 sejak sekitar 10 hari lalu.

“Pengintaian oleh Densus 88, sejak 10 hari lalu,” katanya kepada pers di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berada di Perumahan Puri Nusapala, Blok D Nomor 12, Jatiasih, Bekasi.

Dari pantauan di lokasi, posisi rumah itu berada di paling pinggir dan di depannya ada pagar setinggi 120 cm dan berseberangan dengan sungai.

Saat berita ini dilaporkan, petugas dari Puslabfor Polda Metro Jaya masih di lokasi dan pada beberapa meter di sekeliling rumah itu dibatasi garis polisi dan dijaga oleh petugas berseragam.

Kapolda menjelaskan, pengintaian dilakukan karena berdasarkan informasi yang diperoleh petugas, rumah tersebut terkait erat dengan lokasi yang diduga kuat sebagai markas teroris di Temanggung.

“Dugaan itu semakin kuat setelah ditangkapnya salah seorang penjaga rumah di Bekasi dan ditangkap di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dua hari lalu yakni bernama Amir. Pengintaian makin intensif,” katanya.

Berdasarkan keterangan itu, lanjutnya, polisi melakukan pengintaian secara intensif sejak semalam hingga Sabtu dinihari sekitar pukul 01.00 WIB, kemudian masuk mobil minibus warna putih ke rumah itu dan turun dua orang yang kemudian disergap oleh polisi.

“Karena melawan dan berusaha melemparkan bom pipa ke arah petugas, keduanya lalu dilumpuhkan dan tewas tertembak,” katanya.

Kapolda belum bersedia merinci identitas dua orang yang dilumpuhkan tersebut.

Informasi yang berkembang di TKP, nama kedua orang itu, Air Setiawan dan Eko Gepeng.

Kapolda melanjutkan, berdasarkan pemeriksaan petugas, dari dalam mobil ditemukan beberapa bom pipa lainnya dan sejumlah peluru senapan laras panjang, sedangkan dari dalam rumah ditemukan sejumlah bahan peledak dan alat perakit yang beratnya sekitar 100 kg.

Selain itu, pada teras rumah tipe 36 itu terdapat mobil mitsubishi pickup warna merah dan didalamnya ternyata berisi bom mobil dan diduga polisi disiapkan untuk melakukan peledakan.

“Dari material yang ditemukan di dalam rumah, disimpulkan sama dengan bom yang meledak di Hotel Marriott,” katanya.

Kapolda juga menyatakan, dua yang tertembak itu sudah dievakuasi ke RS POLRI Kramatjati.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mendatangi TKP dan meninggalkan TKP sekitar pukul 06.00 WIB.

ant/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…