Sabtu, 8 Agustus 2009 09:55 WIB News Share :

Pemerintah Timor Leste minta maaf ke Indonesia

Kupang–Pemerintah Timor Leste yang diwakili Menteri Sekretaris Negara Timor Leste Bidang Keamanan, Fransisco da Costa Guterres meminta maaf kepada pemerintah Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait kasus penembakan yang menewaskan warga NTT di Timor Leste.

“Mereka meminta maaf atas kasus tersebut dan menyampaikan berbelasungkawa kepada keluarga korban,” kata Asisten I Setda NTT, Yos Aman Mamulak di Kupang, Sabtu (8/8).

Warga NTT asal Kabupaten Flores Timur, Hamid Malik tewas ditembak orang tak dikenal di Ermera, Negara Timor Leste, Kamis (30/7) lalu. Malik diketahui adalah seorang pedagang yang sering melakukan perjalanan ke Negara Timor Leste.

Motif penembakan terhadap warga NTT, kata Mamulak, tidak atas kepentingan politik, karena kasus tersebut semata-mata akibat hutang piutang.

“Korban dan pelaku terlibat utang piutang yang belum dilunasi, sehingga pelaku menembak korban,” katanya.

Sebagai wujud permintaan maaf, kata Mamulak, Pemerintah Timor Leste mengurus kepulangan jenazah ke kampung halamannya di bagian timur pulau Flores.
“Korban sudah dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya,” katanya.

Guna mengatasi munculnya kejadian-kejadian seperti ini, kata Mamulak, kedua negara sepakat untuk memperketat pengawasan di lintas batas.

Walau demikian, pemerintah Timor Leste menyetujui penggunaan Pas Lintas Batas (PLB), sehingga dapat memudahkan warga kedua negara untuk melakukan transaksi di pintu-pintu perbatasan, tanpa harus melalui jalan tikus atau pasar gelap seperti yang berlangsung selama ini.

Sebelumnya, kata Mamulak, Pemerintah NTT dan Timor Leste juga membahas tentang masalah perbatasan antara kedua negara di lima titik yakni Imbate, Sumkaen, Haumeniana, Nilulat dan Tubana antara Oecusse dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Serta masalah penyerobotan lahan dalam wilayah Indonesia oleh warga Oecusse di Desa Natuka, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, NTT.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…