Sabtu, 8 Agustus 2009 20:01 WIB Sragen Share :

Cegah meningkatnya bunuh diri, Pemkab intensifkan pembinaan mental

Sragen (Espos)--Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sragen semakin mengintensifkan pembinaan mental dan memperbanyak ceramah keagamaan terutama untuk para warga lanjut usia (Lansia). Hal inii menyusul meningkatnya kasus bunuh diri dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara berdasarkan data dari Polres Sragen jumlah angka kasus bunuh diri di wilayah Bumi Sukowati selama Januari 2005 hingga awal Agustus 2009 tercatat mencapai 107 kasus. Angka kasus tersebut tertinggi jika dibandingkan daerah lain di wilayah Soloraya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Sragen Wangsit Sukono kepada wartawan, Sabtu (8/8) menjelaskan, warga yang nekat mengakhiri hidup secara tragis dengan berbagai latar belakang di antaranya lantaran himpitan ekonomi orang yang bersangkutan. Selain itu faktor masalah rumah tangga dan ada juga karena sakit tua yang tak kunjung sembuh.

Guna mengantisipasi agar warga tak melakukan perbuatan nekat tersebut, Wangsit mengatakan terus memberikan ceramah keagamaan serta pemahaman kepada masyarakat. Tidak hanya itu polisi juga terjun ke lapangan untuk memberikan pembinaan kepada warga. Terutama, warga yang sudah lanjut usia.

“Yakni diberi pembinaan seputar kiat hidup hingga akhir hayat,” imbuhnya.

Sementara Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari SH melalui Kasatreskrim AKP Y Subandi, mengatakan berdasarkan catatan yang ada jumlah kasus bunuh diri paling banyak didominasi oleh gantung diri lantaran sakit menahun yang tak kunjung sembuh.

isw

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….