Sabtu, 8 Agustus 2009 13:31 WIB Internasional Share :

AS serukan pembebasan San Suu Kyi tanpa syarat

Washington–Amerika Serikat (AS) Jumat menyerukan dibebaskannya pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi tanpa syarat dan mengimbau pemerintah militer negara tersebut untuk memulai proses rekonsiliasi nasional.

“Pada saat dunia menghormati perjuangan lama rakyat Burma untuk masa depan yang lebih baik, kami memperbarui seruan kami terhadap pemerintah Burma untuk memulai proses rekonsiliasi nasional dan transisi menuju demokrasi,” kata wakil juru bicara Departemen Luar Negeri, Rebert Wood, dalam pernyataan tertulis Jumat.

Imbauan tersebut disampaikan dalam memperingati pemberontakan demokratis yang populer pada 1988 di Myanmar, yang menekan pemerintah junta.

Junta yang berkuasa di Myanmar telah menyekap Suu Kyi dalam tahanan selama hampir 14 dari 20 tahun terakhir, sejak pihaknya menolak mengakui kemenangan besar partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD)pada pemilu 1990.

Wood mengatakan, langkah pertama yang perlu dilakukan untuk melakukan rekonsiliasi nasional adalah pembebasan Aung San Suu Kyi dan seluruh 2.100 narapidana politik yang saat ini ditahan oleh penguasa.

“Pintu masih terbuka bagi rezim untuk menghargai keinginan rakyat Burma dan masyarakat internasional, dan membuka diri setelah  setelah bertahun-tahun terisolasi,” kata pernyataan.

ant/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…