Jumat, 7 Agustus 2009 19:42 WIB Sport Share :

PSSI luncurkan PT Liga Indonesia

Jakarta–PT Liga Indonesia di Jakarta Jumat secara resmi diluncurkan menggantikan Badan Liga Indonesia (BLI) yang merupakan perusahaan yang mengelola kompetisi profesional sepak bola Tanah Air.

Nirwan D Bakrie akan menjadi ketua dewan komisaris PT Liga Indonesia, sedang Andi Darussalam Tabusalla menjadi Presiden Direktur dan CEO Liga Indonesia Joko Driyono.

Joko yang sebelumnya menjabat CEO BLI ini mengatakan bahwa lembaga BLI berubah menjadi PT Liga Indonesia sesuai dengan ketentuan Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) menuju pengelolaan liga yang profesional dan terpisah dari federasi sepak bola.

Disinggung saham perusahaan perusahaan baru ini, menurut Joko, pada awal 99 persen saham Liga masih dikuasai PSSI. Sisanya kurang dari satu persen dimiliki yayasan yang mengelola pengembangan sepak bola usia muda.

“Kepemilikan Liga saat ini masih dalam tahap transisi sehingga masih dikuasai PSSI. ke depan kepemilikan oleh klub pada tahun 2012 hingga 2016, saat pengelolaan klub-klub sudah profesional,” katanya.

Pada musim lalu, menurut dia, baru tiga klub yang benar-benar murni memiliki PT dan dikelola secara profesional.

Disinggung target pertama berjalannya PT, ia mengatakan, perusahaan ini akan menjadi profesional dengan keuntungan dari bisnis bolanya.

Sebelum klub benar-benar memiliki PT yang dikelola secara profesional, keuntungan dari Liga tetap akan disetorkan kepada PSSI sebagai pemegang saham.

Ia mengatakan saat berbentu BLI, pihaknya telah menyetorkan keuntungan Rp 10 miliar pada 2006, Rp 13,5 miliar pada 2007 dan lebih Rp 15 miliar tahun 2008 kepada PSSI.

Tahun tahun pertama, PT Liga Indonesia menargetkan tidak ada kerusuhan dalam kompetisi.

“Hal ini menyangkut kepastian dalam penyelenggaraan kompetisi. Liga terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak kepolisian untuk kompetisi musim depan,” katanya.

Ia optimistis melalui PT Liga Indonesia akan kembali meraup keuntungan. Tahap awal, PT Liga Indonesia akan bekerjasama dengan beberapa pihak untuk mengembangkan tiga aspek yakni aspek teknis, hukum, dan sport managemen.

PT Liga Indonesia melaksanakan Mou dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan merekrut 18 alumnus terbaik UNJ sebagai pelatih fisik dan akan didistribusikan kepada 18 klub anggota Liga Super.

Klub juga harus memiliki dokter khusus yang berada di tim selama 24 jam.

Aspek hukum Liga menandatangani nota kesepahaman dengan Lex Sportiva Institute, sebuah lembaga riste untuk mengembangkan hukum sepak bola. Lex Sportiva akan menjadi advisor aspek hukum pengelolaan kompetisi. Lembaga yang diketuai HInca Panjaitan ini menjalin kerjasama dengan TMC ASSER Institute Denhag Belanda. Lembaga ini menjadi advisor UEFA dan FIFA dalam menerbitkan regulasi di sepak bola.

Selanjutnya, Liga juga menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di kota-kota yang memiliki klub Liga Super. Diharapkan ada interaksi antara klub dan dunia kampus untuk pengelolaan klub secara modern.

ant/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…