Jumat, 7 Agustus 2009 16:18 WIB Karanganyar Share :

Pemdes pertanyakan tindak lanjut pembebasan lahan jalan tol

Karanganyar (Espos)–Pemerintah Desa (Pemdes) Kebak Kecamatan Kebakkramat mempertanyakan tindak lanjut Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kabupaten Karanganyar dan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terkait proses pembebasan lahan di wilayah Desa Kebak yang direncanakan terkena proyek tol Solo-Ngawi.

Demikian disampaikan Kepala Desa (Kades) Kebak, Rukini AMF SE, mengingat warga Desa Kebak sudah mendesak terkait kejelasan, kapan tanah warga tersebut bisa segera dibebaskan.

“Tentunya, agar warga bisa segera memikirkan langkah dan rencana ke depan jika tanah mereka jadi dibebaskan,” tutur Rukini, saat ditemui Espos, Kamis (6/8).

Kendati disatu sisi, lanjut Rukini, sampai saat ini belum ada kesepakatan harga tanah.

“Jika di dua desa lain, yakni Desa Waru dan Desa Kemiri proses pembebasan lahan sudah selesai, mengapa di Kebak sampai sejauh ini belum ada kejelasan. Terakhir, warga dan Pemdes Kebak bersama P2T Provinsi mengadakan musyawarah terkait hal ini, sekitar bulan Desember 2008,” tambahnya.

Sehingga, ujar Rukini, supaya tidak ada kesimpangsiuran informasi dan warga pun ada kepastian, maka Pemdes meminta agar program pembebasan lahan di Kebak segera diselesaikan.
Ditambahkannya, di Desa Kebak ada 144 bidang tanah milik 100-an warga yang direncanakan akan dibebaskan.

haw

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….