Jumat, 7 Agustus 2009 16:31 WIB News Share :

KPU kritik Bawaslu

Jakarta–Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary mengkritik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang dinilai menimpakan semua persoalan pemilu kepada KPU.

“Bawaslu bertugas mengawasi setiap tahapan pemilu. Jadi, bukan berarti KPU lapor terus (kepada Bawaslu),” katanya di Gedung KPU di Jakarta, Jumat (7/8).

Hafiz menegaskan, KPU dan Bawaslu adalah lembaga yang setara dan menjalankan tugas sesuai dengan koridor masing-masing. KPU bertugas untuk menyelenggarakan pemilu dan Bawaslu mengawasi pelaksanaan tahapan pemilu.

“Di undang-undang, Bawaslu bertugas mengawasi semua tahapan, bagaimana mengawasi, itu teknis Bawaslu,” katanya.

Terkait soal daftar pemilih tetap (DPT), Ketua KPU mengatakan, pihaknya dan Bawaslu seharusnya saling bekerja sama sesuai dengan porsi masing-masing dan bukan menyalahkan begitu saja.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini menyatakan, KPU tidak memiliki cetak biru (blue print) terhadap setiap pelaksaan tahapan pemilu.

“KPU nampaknya tidak menyusun blue print terhadap setiap tahapan, termasuk dalam kaitannya adalah tahapan pendaftaran pemilih,” kata Ketua Bawaslu.

Dia mencontohkan, perubahan ketentuan pelaksaan pemilu yang lebih dari satu kali menunjukkan KPU tidak memiliki desain pelaksanaan pemilu yang sesuai dengan amanat undang-undang.

ant/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…