Jumat, 7 Agustus 2009 16:20 WIB Klaten Share :

Distribusi pupuk, KP3 awasi daerah perbatasan

Klaten (Espos)–Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Klaten meningkatkan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi di daerah perbatasan menyusul laporan adanya penjualan pupuk ke luar kabupaten.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua II KP3 Klaten, Drs Sukojo, Jumat (7/8) yang menilai praktik ilegal penjualan pupuk jatah Klaten ke luar daerah dapat memicu terjadinya persoalan distribusi.

“Kami sudah mendapat informasi mengenai praktik ilegal itu. Petugas kami sudah kami minta untuk melacak. Di sisi lain, kami intensigkan pengawasan distribusi di perbatasan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan mencabut izin distribusi pupuk milik para penyalur yang merangkap kelompok tani (KT), bila terbukti menyalurkan pupuk tidak di wilayah tanggung jawab mereka. Disebutkan Sukojo, jumlah penyalur pupuk produk PT Pusri tercatat 172 orang, sedangkan penyalur pupuk PT Petrokimia Gresik 101 orang. Di sisi lain jumlah KT di Klaten mencapai 1008 unit. Namun demikan dia mengaku tidak mengetahui persis berapa jumlah pengecer yang juga merangkap sebagai KT.

“Kewenangan kami menindak penyalur yang merangkap sebagai KT. Sedangkan bagi KT yang melanggar ketentuan, kami tidak mempunyai kewenangan memberikan sanksi. Kendalanya adalah tidak semua penyalur merangkap sebagai KT,” imbuhnya.

kur

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…