Kamis, 6 Agustus 2009 18:20 WIB Solo Share :

Tolak pasien PKMS, Jokowi minta putus kerjasama dengan RS

Solo (Espos)–Walikota Solo Joko Widodo mengancam akan memutuskan hubungan kerjasama dengan sejumlah rumah sakit yang dengan sengaja menolak pasien Program Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS). Menurutnya, ketegasan sikap tersebut diperlukan agar keluhan warga Solo atas penolakan pasien PKMS tak terus terjadi.

Demikian ditegaskan Jokowi kepada wartawan di Balaikota, Kamis (6/8) menyusul masih banyaknya ditemukannya pasien miskin Solo yang ditolak RS ketika hendak berobat dengan kartu PKMS.

Jokowi terus terang sangat menyesalkan sikap RS yang masih kerap memandang pasien PKMS sebelah mata. Bahkan, pihaknya meminta ketegasan RS terkait agar memutus hubungan kerjasama dengan Pemkot sekalian jika ternyata dalam perjalanannya ternyata tak maksimal pelayanannya.

“Kalau sudah kerjasama itu ya komitmen dong. Jangan seperti ini. Kalau memang tak mau menerima pasien PKMS, ya putus hubungan sekalian,” ujarnya.

Keberadaan RS, menurut Jokowi, mestinya mampu memberikan kontribusi yang sama dengan memberikan pelayanan sepenuh hati kepada semua pasien, termasuk pasien miskin di Solo. Karena, bagaimana pun juga keberadaan RS di Solo juga ditopang oleh warga Solo.
“Kalau pasien PKMS saja ditolak, kami juga bisa tak memberikan perpanjangan izin usaha atau mencabut IMB. Mestinya, RS juga sama-sama dong memberikan kontribusi yang sama bagi warga,” sesal Jokowi.

Jokowi menjelaskan, selama ini Pemkot Solo tak pernah telat dalam membayar klaim pasien PKMS.

asa

lowongan pekerjaan
PT. BPR Bina Langgeng Mulia, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….