Kamis, 6 Agustus 2009 12:30 WIB News Share :

Timor Leste ajak warga Timtim pulang kampung

Kupang–Sekretaris Negara Timor Leste Bidang Keamanan, Francisco Guterres, mengajak warga eks Timor Timur yang bermukim di wilayah Timor bagian barat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk kembali membangun negaranya.

“Kualitas SDM warga eks Timtim yang ada di Timor barat, luar biasa. Kami sangat membutuhkan tenaga dan pikiran mereka untuk membangun negara Timor Leste,” kata Guterres usai memimpin rapat rekonsiliasi bersama tokoh-tokoh eks Timtim di Kantor Konsulat Timor Leste di Jalan El Tari II Kupang, Kamis (6/8).

Menurut Guterres, Timor Leste masih membutuhkan uluran tangan dan bantuan dari pihak lain untuk menstabilkan tingkat kehidupan ekonomi masyarakat di negara yang baru 10 tahun berpisah dengan Indonesia itu.

“Sumber daya alam Timor Leste cukup menjanjikan untuk digali menjadi sebuah sumber ekonomi baru bagi rakyatnya. Namun, SDM kami sangat terbatas, sehingga masih membutuhkan uluran tangan dari pihak lain,” ujarnya.

Timor Timur merupakan provinsi ke-27 Indonesia setelah berintegrasi dengan NKRI melalui Deklarasi Balibo pada 1975.

Namun, mayoritas rakyat di wilayah bekas koloni Portugis itu memilih berpisah dengan Indonesia melalui jajak pendapat pada 30 Agustus 1999.

Rakyat Timtim yang pro-integrasi, memilih meninggalkan kampung halamannya dan tetap menjadi WNI dengan menyebar di berbagai tempat di Pulau Timor bagian barat NTT.

Jumlah warga eks Timtim yang menetap di NTT mencapai lebih dari 200 ribu kepala keluarga (KK).

Sebagian besar dari mereka adalah kelompok masyarakat yang berpendidikan tinggi yang sudah berpengalaman mengolah tata birokrasi pemerintahan ketika Timtim masih menjadi bagian dari NKRI.

Guterres mengaku, banyak warga eks Timtim di Timor Barat, terutama yang tidak terkontaminasi dengan persoalan politik pada masa lalu, masih ragu-ragu untuk kembali ke negara asalnya, karena tidak adanya jaminan keamaman dan masalah teknis adminsitrasi antarnegara.

“Kita sudah bertekad untuk mengesampingkan semua persoalan yang terjadi pada masa lalu dan mulai melihat ke depan untuk membagun negara kecil itu,” katanya.

Menyangkut masalah keamanan dan masalah lainnya, kata dia, negara dan pemerintah Timor Leste menjaminnya di dalam konstitusi negara, sehingga tidak perlu merasa ragu kembali ke Timor Leste.

Ia mengatakan, selama ini secara tidak resmi, warga eks Timtim dari Timor bagian barat keluar masuk Timor Leste untuk urusan bisnis, keluarga dan lain-lain dalam rentang waktu yang cukup lama, tetapi tidak ada masalah keamanan yang mereka hadapi.

Francisco Guterres yang didampingi Konsul Timor Leste di Kupang, Caetano de Sousa Guterres, Sekretaris Negara Urusan Khusus Oecusse, Ambeno, George Teme, mengatakan, ajakan untuk kembali Timor Leste untuk membangun kampung halaman, sebenarnya merupakan bentuk perhatian pemerintah Timor Leste terhadap mantan warganya di TimorĀ  Barat saat ini.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….