Kamis, 6 Agustus 2009 18:50 WIB Sport Share :

Sandy tersingkir lebih awal

Solo (Espos)–Langkah juara bertahan Sandy Gumulya merengkuh trofi juara Solo Women’s Circuit 2009 terhenti di tangan Grace Sari Ysidora, Kamis (6/8).

Sandy yang merupakan unggulan pertama tersingkir lebih awal dari turnamen berhadiah US$10.000 setelah pada babak kedua ditundukkan petenis senegara Grace dengan skor 4-6, 2-6. Ini merupakan kemenangan kedua beruntun dalam dua pekan terakhir yang dibukukan Grace atas Sandy.

Pada turnamen yang sama di Jakarta pada akhir Juli, Grace juga menumbangkan Sandy dengan skor 7-6, 6-2 di semifinal. Namun Grace gagal menjadi juara karena di final takluk di tangan Ayu Fani Damayanti yang batal mengikuti turnamen di Solo.

Kekalahan yang mengandaskan peluang mempertahankan gelar juara di turnamen ini cukup menyesakkan bagi Sandy.

“Sedikit kecewa tidak bisa mempertahankan gelar di sini, namun dengan kondisi saya yang seperti ini (tidak fit) saya tidak terlalu kecewa,” ujar Sandy ketika dijumpai wartawan seusai pertandingan.

Dalam pertandingan di bawah cuaca terik matahari menyengat di Lapangan Tenis Manahan Solo, kedua petenis kebanggaan Indonesia tersebut saling menyerang pada awal set pertama.

Keduanya saling kejar mengejar angka. Sandy sempat unggul 4-2 pada set pertama, namun performanya mengalami penurunan dan sering melakukan kesalahan. Alhasil, Grace berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4 dan akhirnya menyudahi set pertama dengan kemenangan 6-4.

Memasuki set kedua, Grace melesat mengungguli Sandy dengan memenangi empat game pertama. Sandy mencuri dua game, sebelum akhirnya Grace menutup set kedua dengan kemenangan 6-2.

anh

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…