Kamis, 6 Agustus 2009 16:29 WIB Boyolali Share :

Ribuan warga di Selo terancam bahaya erupsi Merapi

Boyolali (Espos)--Sebanyak 4.082 jiwa yang berada di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, dinilai paling rentan terdampak bencana alam, terutama erupsi Gunung Merapi.

Bencana lain yang mengancam adalah angin puting beliung, kebakaran hutan pada musim kemarau dan tanah longsor pada saat musim penghujan.

Kesimpulan tersebut berdasarkan pemetaan dan survei oleh Lembaga Bhakti Kemanusiaan Umat Beragama (LBKUB) Boyolali.

Dari survei itu, diketahui masyarakat yang berada di lereng gunung teraktif di dunia itu minim pengetahuan terhadap gejala-gejala bencana alam.

“Kenyataan ini cukup mengkhawatirkan, karena mereka berada di jarak paling dekat dari bencana,” ucap Kadiv Lingkungan dan Bencana LBKUB, Subekan, Kamis (6/8).

Sebagai upaya mengurangi risiko bencana, peningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat Desa Jrakah dalam berdampingan dengan alam, pihaknya mengadakan program latihan Community Based Disaster Preparedness (CBDP ) atau Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat dan Community Based Risk Reduction (CBRR) atau Pengurangan Risiko Berbasis Masyarakat.

Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengambil tindakan taktis dan strategis ketika menghadapi bencana di lingkungannya.

Subekan mengatakan, yang menjadi masalah, tidak sedikit masyarakat yang tersebar di 13 dukuh itu masih sulit diajak berubah. Kendati demikian, melalui pendekatan intensif secara bertahap, pihaknya optimistis akan mampu mengubah pola pikir masyarakat.

dwa

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….