Kamis, 6 Agustus 2009 18:50 WIB Sragen Share :

Polisi bongkar praktik judi togel

Sragen (Espos)–Jajaran Polres Sragen semakin intensif memberantas berbagai penyakit masyarakat (Pekat) menjelang Bulan Puasa.

Aparat kepolisian berhasil membongkar praktik perjudian jenis togel di Kampung Cantel, Sragen Tengah, Sragen kota, yang sudah berjalan satu bulan lebih, Kamis (6/8).

Dua tersangka penjual kupon judi togel, Suradi, 64, warga Gabusan RT 1/RW XI, Tangkil, Sragen kota, serta Sukarman alias Ndok, 45, warga Sumengko RT 2/RW XII, Sragen Tengah, Sragen, berhasil ditangkap polisi.

Sedangkan seorang pelaku judi togel lain, Sar berhasil meloloskan diri dan masih dalam pengejaran polisi. Petugas sendiri berhasil menyita dua lembar kertas rekap serta uang tunai sebesar Rp 30.000 sebagai barang bukti (BB). Modus penjualan togel yang dibongkar polisi ini diketahui dilakukan dengan cara memesan lewat pesan singkat melalui handphone (SMS) dari para pelanggan yang sudah dikenal.

Penggrebekan sarang judi togel itu berawal saat petugas mencium adanya peredaran judi togel di wilayah Sragen Tengah. Setelah mengendus nama buron Sar, petugas langsung merapat ke lokasi penjualan judi togel di kampung Sumengko.

Di lokasi tersebut, petugas mendapati tersangka Sukarman yang dikenal sebagai pengepul tengah membawa rekapan milik tersangka Suradi.

Bermodal barang bukti itu, petugas kemudian ikut menangkap Suradi. Kedua tersangka akhirnya dijebloskan ke tahanan Mapolres Sragen. Pengakuan Suradi, dirinya menjual togel dengan imbalan 15 persen dari total omzet sedikitnya Rp 380.000. Judi tersebut dibuka 6 hari, kecuali hari Jumat. Untuk setiap pembelian Rp 1.000, untuk dua angka bila tembus memperoleh kelipatan uang menjadi Rp 65.000. Sedangkan untuk 3 angka Rp 350.000 dan 4 angka Rp 2,5 juta.

“Saya mulai menjual togel sekitar 1,5 bulan lalu tepatnya usai Pilpres. Tapi saya tidak tahu siapa bandarnya, hanya setor kepada pengepul saja,” ujar tersangka Suradi.

Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari SH melalui Kasatreskrim AKP Y Subandi menjelaskan, peredaran judi togel itu dilakukan secara diam-diam via pesan singkat dan pelaku door to door menjemput pembeli yang sudah dikenal.

isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…