Kamis, 6 Agustus 2009 19:15 WIB News,Newsline Share :

MUI desak film Paku Kuntilanak ditarik dari peredaran

Jakarta–Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar film Paku Kuntilanak yang sedang ditayangkan di bioskop-bioskop di Jakarta segera ditarik dari peredaran karena banyak menampilkan adegan porno.

“MUI mendesak pemerintah melalui instansi dan lembaga yang bertanggung jawab atas sensor serta pengawasan perizinan peredaran film di Indonesia untuk menarik film tersebut dari peredaran,” kata Sekretaris Umum MUI M Ichwan Sam dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (6/8).

MUI Pusat, lanjut Ichwan, akhir-akhir ini menerima banyak pengaduan dan keluhan dari masyarakat tentang penayangan film Paku Kuntilanak yang sedang ditayangkan di berbagai bioskop.

Berdasarkan pengaduan masyarakat tersebut MUI kemudian menugaskan Komisi Informasi dan Komunikasi MUI untuk mengumpulkan fakta dan masukan terkait film tersebut dan menyaksikan langsung film itu.

Dalam Rapat Pimpinan MUI tanggal 4 Agustus 2009, MUI berpendapat bahwa Paku Kuntilanak tersebut sarat dengan penampilan adegan-adegan porno, vulgar dan menyalahi peraturan-peraturan tentang perfilman Indonesia dan jauh dari penyampaian pesan hiburan yang mendidik masyarakat.

Dalam pernyataannya, MUI meminta kepada Menteri Pariwisata dan Kebudayaan agar tegas memberi arahan dan pertimbangan tentang kebijakan perfilman nasional yang berpihak pada nilai-nilai luhur bangsa bukan sekedar hiburan.

MUI juga meminta kepada Lembaga Sensor Film agar lebih cermat dan hati-hati menjalankan tugasnya serta tidak menutup kemungkinan untuk melakukan sensor ulang untuk film rawan.

MUI juga meminta kepada sutradara, produser dan insan perfilman agar dalam berkarya menghindari cara-cara sensasional, vulgar dan memancing kontroversi.

Pemerintah juga diminta lebih arif dalam memasuki bulan suci Ramadhan dan merespon kasus yang berpotensi menimbulkan resistensi yang meluas di masyarakat.

Film Paku Kuntilanak produksi Maxima Pictures disutradarai oleh Findo Purwono dan dibintangi oleh antara lain Dewi Persik dan Keith Foo, artis asal Malaysia, serta Heather Storm, artis asal Hollywood.

Film ini bercerita tentang trio pemburu mayat (Sukun, Obeng, dan Odjie) yang mencari kuntilanak yang menjelma menjadi manusia kembali setelah paku di kepalanya dilepas secara tidak sengaja oleh atasan mereka, Pak Joko.

ant/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…