Kamis, 6 Agustus 2009 11:24 WIB News Share :

KPK didesak laporkan Antasari ke polisi

Jakarta–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk segera melaporkan Antasari Azhar ke polisi. Antasari jelas-jelas melanggar UU KPK, yakni menemui tersangka korupsi kasus Masaro, Anggoro Widjaja, di Singapura.

“Agar masyarakat tidak salah dalam memahami informasi yang salah tentang pembusukan KPK. Lebih baik KPK segera melaporkan balik Antasari karena melanggar pasal 36 dan 65 UU KPK 30/2002. Ancamannya 5 tahun penjara,” jelas anggota Badan Pekerja ICW Febri Diansyah, Kamis (6/8).

Menurut Febri, seorang pimpinan KPK, tidak bisa menemui orang yang berkasus seorang diri.

“Menemui pelapor kasus korupsi saja harus didampingi tim. Jangankan itu, menghadiri seminar saja harus ada tim,” terang Febri.

Antasari dalam testimoninya mengaku menemui tersangka korupsi kehutanan yang juga pimpinan PT Masaro, Anggoro Widjaja. Antasari mengaku merekam pengakuan Anggoro soal dugaan suap di KPK.

“Pimpinan tidak boleh bertemu pihak yang berkasus seorang diri. Itu untuk meminimalisir penyimpangan,’ imbuhnya.

ICW juga mendesak agar polisi tidak hanya mengusut dugaan kasus laporan Antasari, tetapi juga mengusut pelanggaran yang dilakukan mantan Kapuspenkum Kejagung itu.

“Harus diuji dulu soal pertemuan itu, tentu yang pertama dijerat Antasari, dengan pelanggaran pasal 36 dan 65, dan kemudian pasal pembunuhan harus tetap jalan,” tutupnya.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…