Kamis, 6 Agustus 2009 18:52 WIB News Share :

Dianggap curang, KPU siap serang balik

Jakarta--Komisi Pemilihan Umum (KPU) tampaknya mulai gerah dengan tudingan-tudingan miring seputar penyelenggaraan pilpres dan pilpres. KPU pun mengancam melancarkan serangan balik kepada para penuding tersebut.

“Selama ini kita dikatakan curang, melakukan penggelembungan suara. Sampai sekarang tidak ada seorangpun yang sanggup membuktikan pada KPU bahwa sekian puluh juta pemilih tidak terdaftar,” kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary usai persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (6/8).

Hafiz mengakui jika memang terdapat pemilih ganda dalam DPT yang ditetapkan KPU. Namun menurutnya jumlahnya tidak sefantastis yang dituduhkan para penuding itu.

“Nggak ada yang sanggup membuktikan tapi sudah diekspos ke mana mana. Ini kan namanya kebohongan publik,” kata Hafiz.

Jika tudingan-tudingan itu tidak terbukti, Hafiz mengancam KPU akan melakukan perlawanan balik. Perlawanan itu bisa ditujukan kepada organisasi maupun perorangan.

“Selama ini kami belum melakukan perlawanan balik. Tapi kalau ini sudah keterlaluan, termasuk siapapun yang menuduh KPU curang, kalau tidak bisa membuktikan kita bisa melakukan perlawanan,” tandas Hafiz.

Namun pembicaraan itu masih sebatas perbincangan di antara komisioner KPU dan belum merupakan putusan rapat pleno. Keputusan apakah serangan balik itu akan dilakukan atau tidak menunggu proses persidangan di MK selesai.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…