Kamis, 6 Agustus 2009 18:18 WIB Sragen Share :

Bendung Kedung Kancil mengering, ratusan ha tanaman palawija terancam

Sragen (Espos)–Bendungan Kedung Kancil, Miri mulai mengering seiring datangnya musim kemarau beberapa pekan terakhir. Akibat kekeringan tersebut, ratusan hektare tanaman palawija dan padi terancam puso, lantaran kekurangan pasokan air.

Menurut Sekdes Sunggingan, Miri, Suhardi keringnya Bendungan Kedung Kancil sudah terjadi sejak dua pekan lalu. Padahal, pasokan air tersebut sering digunakan para petani di bagian hilir, yakni daerah Sumberlawang. Sehingga, kondisi tersebut memaksa petani harus memberdayakan sumur pantek.

“Air bendungan ini pada kondisi normal dapat mengairi sawah berjarak 3 kilometer. Oleh karena, saat ini airnya tidak ada, maka petani harus memenuhi pasokan air dengan air sumur. Kalau tidak diakali seperti itu, pasti kondisi tanaman akan puso,” jelasnya saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Kamis (6/8).

Lebih lanjut dia mengatakan, sekalipun sebagian besar para petani menanam tanaman palawija, namun jenis tanaman tersebut juga membutuhkan pasokan air dalam jumlah banyak. Dengan demikian, pasokan air untuk tanaman harus dipenuhi petani dalam rangka menginginkan hasil yang baik.

pso

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…