Rabu, 5 Agustus 2009 18:14 WIB News Share :

Warga kekurangan air bersih, Pemkab telat droping

Grobogan (Espos)–Memasuki pertengahan musim kemarau ini, warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Grobogan mulai kekurangan air bersih. Namun hingga, Rabu (5/8),  Pemkab setempat belum juga melakukan droping air bersih ke wilayah yang kekeringan.

Akibatnya sebagian warga ada yang harus berjalan cukup jauh untuk mendapatkan air bersih. Tidak hanya itu, ada juga warga yang nekat membuat sumur di sungai yang sudah mengering agar bisa mendapatkan air bersih.

Menurut Wisto, warga Desa/Kecamatan Geyer, untuk mendapatkan air mereka terpaksa membuat belik atau sumur di sungai dekat rumahnya. Meski air yang didapatkan tidak terlalu bersih namun warga tetap menggunakannya.

“Agar bisa dipakai untuk mandi dan kebutuhan lainnya, kita endapkan semalam sehingga bisa jernih dan rasanya tidak asin lagi,” ujarnya.

Sebenarnya selain Desa Geyer, di Kabupaten Grobogan sendiri terdapat sebanyak 116 desa yang rawan kekeringan. Desa rawan kekeringan itu tersebar di 15 kecamatan  meliputi Ngaringan, Wirosari, Tawangharjo, Gabus, Kradenan, Pulokulon, Purwodadi, Toroh, Geyer, Penawangan, Karangrayung, Kedungjati, Grobogan dan Brati.

Kendati sudah banyak warga yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih namun, warga mengaku sampai kemarin belum menerima bantuan air bersih dari Pemkab Grobogan seperti tahun sebelumnya.

“Sampai saat ini kami belum menerima bantuan air bersih,” tutur, Jiono, warga Geyer lainnya.

rif

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…