Rabu, 5 Agustus 2009 12:20 WIB News Share :

PT KA beri santunan korban tabrakan KRL

Jakarta–PT Kereta Api akan memberikan santunan bagi para korban tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) Pakuan Express KA 549 Jurusan Bogor-Jakarta dan KRL ekonomi KA 221 pada Selasa (4/8).

“Kami akan berikan santunan sesuai asuransi dan ketentuan yang berlaku,” kata Kahumas Daops I, Sugeng Priyono, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (5/8).

Menurut dia, besarnya santunan maksimal Rp 25 juta untuk perawatan seluruh korban luka. Bagi masinis atau asisten masinis yang mengalami cacat tetap akan mendapat dana perawatan maksimal sebesar Rp 75 juta.

Kondektur yang mengalami cacat tetap mendapat dana santunan Rp 65 juta, dan petugas lainnya Rp 55 juta.

Sedangkan masyarakat umum yang mengalami cacat tetap mendapat dana santunan maksimal Rp 40 juta.

Sementara santunan bagi ahli waris masinis atau asisten masinis yang meninggal sebesar Rp 65 juta.

Sementara itu, pihak PT KA masih menyelidiki insiden tabrakan KRL Pakuan Express dengan KRL Ekonomi Bogor-Jakarta.

Terkait KRL Pakuan Express yang kabarnya ditugaskan untuk “menyundul” KRL Ekonomi yang mogok agar bisa berjalan sehingga tidak menghambat perjalan kereta lainnya, dibantah oleh pihak PT Kereta Api Indonesia.

“Itu tidak benar, KRL Ekonomi memang mogok dan dari belakang ditabrak KRL Pakuan Express,” bantah Sugeng Priyono.

Sugeng Priyono juga menolak anggapan bahwa kecelakaan itu ada kaitannya dengan gangguan sinyal yang terjadi Sabtu (1/8) lalu.

“Kejadian ini tidak ada kaitannya dengan Sabtu lalu, dan sampai saat ini kita masih menyelidiki penyebabnya,” katanya seraya menegaskan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan itu.

Sementara kedua kereta api yang tabrakan itu sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Depo Bogor.

“Arus perjalanan kereta dari Bogor-Jakarta dan arah sebaliknya pada Rabu ini sudah berjalan normal kembali. Kereta yang berangkat pukul 08:00 WIB ke atas sudah mulai normal setelah proses evakuasi tadi,” lanjut Sugeng.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa naas yang terjadi Selasa (4/8) pukul 10:30 WIB. KRL Pakuwon Ekspress KA 549 Jurusan Bogor-Jakarta, menabrak KRL ekonomi KA 221. Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 56 penumpang terluka, dan satu orang tewas.

Korban tewas adalah asisten masinis KRL Pakuan Ekpsress, Fauzi Akbar. Kecelakaan terjadi di sekitar satu kilometer sebelum Stasiun Bogor, Jawa Barat, tepatnya di daerah Kampung Pasir Pondok Rumput, Desa Bubulak, Kecamatan Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat.

ant/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…