Rabu, 5 Agustus 2009 17:21 WIB News Share :

Menkes
Anak sekolah di KTI alami gizi buruk kronis

Jakarta–Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengungkapkan, banyak anak sekolah di Indonesia Timur menderita gizi buruk kronis.

“Kami memiliki data akurat banyak anak-anak sekolah di Indonesia Timur mengalami gizi buruk kronis. Kondisi ini perlu perhatian khusus dari pihak swasta,” ungkap Menteri Kesehatan pada peluncuran program Peluk Asa (perlindungan keluarga dengan kasih sayang) Telkomsel yang berlangsung di Kantor Departemen Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (5/8).

Siti Fadilah Supari meminta peran swasta, khususnya Telkomsel untuk mengarahkan Corporate Social Responsibility (CSR) pada penanggulangan gizi buruk bagi anak-anal sekolah di Indonesia Timur tersebut.

“Kalau boleh, saya menyarankan agar CSR Telkomsel diarahkan pada pembagian susu kepada anak-anak sekolah di Indonesia Timur. Minimal, dua kali seminggu untuk menanggulangi kasus gizi buruk tersebut,” harap Menkes RI.

Menkes menyambut baik peluncuran program Peluk Asa Telkomsel sebagai langkah strategis dalam mendukung  program Grand Strategi Departemen Kesehatan.

“Saat ini, Departemen Kesehatan perlu dukungan dari pihak swasta, untuk mencapai program-program yang telah dicanangkan. Apa yang dilakukan Telkomsel melalui program Peluk Asa itu, sejalan dengan Grand Strategi Depkes diantaranya, pemberdayaan masyarakat dan upaya memperbaiki informasi dari daerah ke kota secara langsung begitupun sebaliknya,”ungkapnya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. DISTRIVERSA BUANAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…