Rabu, 5 Agustus 2009 19:04 WIB News Share :

Gubernur tak akan ikut campur terhadap polemik Sekda Semarang

Semarang (Espos)–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mulai melunak dalam menyikapi kasus pencopotan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Soemarmo HS. Dengan tidak akan ikut campur tangan dalam masalah tersebut.

Menurut Gubernur Jateng, Bibit Waluyo kasus yang terjadi di Pemkot Semarang karena adanya krisis kepemimpinan antara walikota dengan Sekda.

“Ini masalah internal di Pemkot Semarang. Jadi biar diselesaikan walikota dan Sekda Kota Semarang sendiri jangan dilemparkan kepada Gubernur,” kata Bibit kepada wartawan di Semarang, Rabu (5/8).

Padahal sebelumnya Gubernur Jateng menyatakan kebijakan Walikota Semarang Sukawi Sutarip yang mencopot Sekda merupakan perbuatan keliru dan menyalahi ketentuan perundangan.

Namun Gubernur menolak tudingan kalau sikapnya ini dinilai telah melunak.

“Bukan melunak ya, tapi dilihat sesuai prosedurnya,” imbuhnya.

Disinggung terkait dengan surat Gubernur No 821/2.506  tanggal 3 Agustus 2009 yang meminta kepada Walikota Semarang mencabut pemberhantian sementara Sekda Soemarmo HS dan mengembalikan jabatannya, Bibit menegaskan masih tetap berlaku.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang merupakan bagian dari Pemprov Jateng harus tunduk kepada kebijakan Gubernur selaku kepanjangan tangan pemerintah pusat.

“Saya masih Gubernur Jateng resmi, sehingga bila Pemkot Semarang memang masih merupakan bagian Pemprov Jateng harus tunduk. Bila tak mengikuti perintah berarti Kota Semarang tak masuk Jateng,” ujar Gubernur.

Sementara Soemarmo pada dengar pendapatan dengan anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Rabu (5/8) memaparkan kronologis pemberhentikan dirinya sebagai Sekda.

Pemberhentian tersebut dilakukan secara mendadak, karena dia mengaku sebelumnya tidak pernah diberitahu oleh Walikota Sukawi Suatrip tentang hal itu.

oto

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…