Rabu, 5 Agustus 2009 18:36 WIB Issue,Newsline Share :

Biografi Syafii Maarif difilmkan

Jakarta–Birde Production dan Maarif Institute for Culture and Humanity akan membuat film trilogi layar lebar tentang kehidupan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif.

Sutradara film biografi Buya Syafii tersebut yaitu Damien Dematra dalam jumpa pers di Galeri Cipta Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat, Rabu (5/8), mengatakan film akan berjudul Ahmad Syafii Maarif, Si Anak Kampoeng; Sebuah Trilogi.

Jumpa pers menghadirkan Buya Syafii Maarif yang ditemani oleh Guru Besar STF Driyarkara Romo Frans Magnis Suseno, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Julius Kardinal Darmaatmadja SJ, Ketua Majelis Budayana Indonesia (MBI) Sudamek, Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Budi S Tanuwijaya, Pdt. Dr. Erick Barus dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), dan Aktivis HAM Romo Beny Susetyo.

Damien mengatakan dirinya tertarik untuk memfilmkan biografi Buya Syafii karena kisah hidup tokoh Muhammadiyah tersebut sangat menarik, dramatis, dan konflik yang patut menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas.

“Buya Syafii merupakan cermin bagi generasi muda, mengajarkan perjuangan untuk mencapai sesuatu yang mungkin tidak mustahil. Kekokohan integritas kepribadiannya berhasil meruntuhkan mitos darah biru dalam orbit kepemimpinan bangsa,” kata Damien.

Dalam diri Buya Syafii berpadu kesahajaan, ketauladanan, konsistensi kata dan perubatan serta sikap egaliter dan ketulusan.

Dia mengatakan film tentang tokoh kelahiran Sumpur Kudus, Sumatra Barat tersebut dibagi tiga film karena kisah hidupnya tidak cukup untuk difilmkan dengan satu film.

Tiga film akan terbagi tentang film dokumenter kegiatan Buya Syafii, dan dua film lainnya tentang kisah kehidupan dari tanah kelahiran sampai merantau dan belajar di Yogyakarta, dan kehidupan di Chicago serta sesudahnya.

Damien mengatakan Buya Syafii direncanakan akan bermain dalam film kedua dan film ketiga.

Sementara Buya Syafii mengatakan ide pembuatan film tentang biografinya bukan berasal dari dia, tetapi dari Damian sendiri dan Maarif Institute.

“Saya ini apalah. Saya melihat saya ini tidak penting. Kalau saya ini penting, hasil pilpres tidak akan seperti ini,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…