Selasa, 4 Agustus 2009 19:51 WIB News Share :

Muktamar NU harus jadi ajang islah

Jakarta–Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid PBNU, Zis Muzahid Hasan, meminta Muktamar NU sebaiknya menjadi ajang islah kelompok-kelompok yang saat ini terpecah-pecah di lingkungan NU.

“Sebaiknya muktamar NU nanti menjadi ajang islah kelompok-kelompok yang bersitegang pascapemilu,” katanya, Selasa (4/8).

Karena itu, menurut Zis, yang juga anggota DPR Komisi I FKB ini, ada baiknya para kandidat yang akan maju bertarung dalam muktamar jangan melakukannya dengan pendekatan dendam.

“Saya melihat ada kecenderungan yang tidak baik dari pendukung kandidat calon ketua umum PBNU. Harusnya jangan menggunakan pendekatan dendam, ya tidak kena dong,” tambahnya.

Lebih jauh, kata Zis, warga NU sebaiknya menghindari pernyataan saling menyerang antarpendukung. “Apalagi menyerang itu adalah ke arah pribadi lawan, bukan menyerang pemikiran dan kebijakan. Ini berbahaya,” katanya.

Zis menceritakan dulu ketika muktamar NU di Situbondo 1984, ada perbedaan tajam pemikiran antara kubu Cipete yang dipimpin KH Idham Chalid dan kubu Situbondo pimpinan KH Asad Syamsul Arifin.

“Jadi bukan menyerang pribadi sang kiai. Dalam muktamar itu ada perbedaan tajam, antara kembali ke kitah NU atau kembali ke kancah politik,” katanya.

Disinggung perlu dan tidaknya ada fatwa haram mengenai politik uang di muktamar NU, Zis mengatakan sebaiknya perlu ada fatwa haram sebab muktamar NU bukan seperti memilih ketua partai politik.

“Ini kan organisasi tempat para kiai dan ulama berkumpul menjadikan wadah untuk umatnya,” katanya.

Dikatakannya, NU itu didirikan oleh kiai, karena itu peri laku para kiai menjadi anutan umat dan masyarakat. “Sudah saatnya yang terpilih di muktamar NU nanti harus bisa memberikan kontribusi kepada NU dan bukan menjadikan NU sebagai alat untuk membesarkan dirinya,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….