Selasa, 4 Agustus 2009 10:35 WIB News Share :

Menkes
Jumlah penderita H1N1 capai 561 Orang

Jakarta–Pandemi influenza A-H1N1 telah menjangkiti 18 provinsi di Indonesia. Jumlah penderita virus maut ini pun terus bertambah menjadi 561 orang.

“Kasus positif influenza A-H1N1 secara kumulatif sampai tanggal 2 Agustus 2009, sebanyak 561 kasus dengan rincian 308 laki-laki dan 253 perempuan dan meninggal 1 orang,” kata Menkes Siti Fadilah Supari.

Hal ini disampaikan dia saat memberikan sambutan pelantikan Pemuda Siaga Peduli Bencana (Dasipena) DKI Jakarta di Lapangan Irti, Monas, Jakarta Pusat, Selasa (4/8).

Dikatakan dia, kasus influenza A-H1N1 ditemukan di 18 provinsi yakni DKI Jakarta, Bali, Banten, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Tengah dan Lampung.

Dalam kesempatan itu, Menkes juga memaparkan data dari Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan tentang bencana yang melanda sepanjang tahun 2006 hingga Juli 2009.

Terjadi peningkatan frekuensi kejadian bencana. Pada tahun 2006 ada 162 kejadian bencana dengan 7.618 korban meninggal dunia.

Tahun 2007, terjadi 205 kejadian bencana dan menelan korban jiwa 766 orang. Tahun 2008 ada 456 kejadian bencana dengan 337 korban tewas. Tahun 2009, tercatat 204 bencana dengan 233 korban jiwa.

“Ini baru setengah tahun. Peningkatan bencana tidak diikuti dengan peningkatan jumlah korban karena penanggulangan dan kesiapsiagaan pemerintah pusat dan daerah semakin baik,” kata Menkes.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT ANDALAN FINANCE INDONESIA (Nasmoco Group), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….