Selasa, 4 Agustus 2009 18:33 WIB Solo Share :

Jelang Ramadan, panti pijat dan PSK bakal ditertibkan

Solo (Espos)–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Solo bakal menertibkan sejumlah lokasi yang dinilai dapat mengurangi kekhusukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa pada Bulan Ramadan nanti.

Sejumlah lokasi yang menjadi target penertiban itu antara lain panji pijat, kafe-kafe malam, lokasi tempat mangkal pekerja seks komersial (PSK) serta sejumlah tempat hiburan malam lainnya.

“Saat ini, kami sudah membahas dengan stakeholders terkait. Kami juga bekerjasama dengan kepolisian setempat,” papar Kepala Satpol PP, Subagio ketika ditemui Espos di Balaikota, Selasa (4/8).

Menurut Subagio, bentuk penertiban yang bakal dicanangkan ialah dengan memanggil para pemilik kafe, panti pijat, atau lokasi-lokasi yang biasa jadi mangkal PSK. Tujuannya ialah mereka diberikan pemahaman dan pembinaan agar bisa saling menghormati dengan sesama menyusul datangnya Bulan Suci Ramadan.
“Sebagian lokasi-lokasi yang terpetakan sudah kami berikan edaran. Intinya, semua agar bisa menjaga dan saling menghormati ketika bulan puasa tiba,” paparnya.

Selain itu, Satpol PP juga akan menggalakkan razia atas sejumlah pengamen gelandangan dan orang telantar (PGOT). Mereka yang terjaring razia akan mendapatkan pembinaan di sejumlah panti sosial. Ada pun warung-warung makan yang buka di siang hari, katanya, juga diminta memasang pintu atau tabir.
“Kalau warung-warung makan akan kami beri surat edaran agar mereka bisa mengemas warung makannya biar tak terlihat mencolok makananya. Semua itu agar kita saling menghormati kepada umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa,” terangnya.

asa

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….