Selasa, 4 Agustus 2009 15:16 WIB Pendidikan Share :

Dalam sepekan, puluhan siswa SD Djama'atul Ichwan mendadak sakit

Solo (Espos)–Puluhan siswa SD Djama’atul Ichwan mendadak sakit dalam sepekan ini. Berdasarkan keterangan dari orangtua siswa, diduga puluhan siswa itu sakit karena demam biasa.

Kepala SD Djama’atul Ickhwan, Muhammad Muhsin saat ditemui wartawan, Selasa (4/8) mengatakan musibah itu terjadi sejak akhir bulan Juli hingga awal Agustus ini. dalam sehari hampir sekitar 7-8 siswa yang dirujuk ke ruang unit kesehatan sekolah (UKS) untuk mendapatkan pertolongan sementara. Karena UKS tidak cukup untuk menampung siswa, pihaknya segera memberitahukan hal itu kepada orangtua siswa untuk menjemputnya dari sekolah.

“UKS itu hanya sebagai tempat transit semata untuk mendapatkan pertolongan sementara. Karena ruang UKS tidak muat untuk menampung mereka, jadi kami segera memamnggil orangtua siswa via telepon untuk menjemputnya,” tandas Muhsin.

Menurut Muhsin, musibah itu baru terjadi pada tahun ini. Berdasarkan laporan dari orangtua masing-masing, siswa yang bersangkutan itu menderita demam. Menurutnya, rata-rata siswa yang bersangkutan hanya butuh waktu 2-3 hari untuk beristirahat di rumah sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah kembali.

“Masing-masing orangtua sudah melaporkan bahwa siswa yang bersangkutan cuma demam biasa. Lagian, tidak kurang dari tiga hari, rata-rata mereka sudah masuk sekolah lagi,” papar Muhsin.

Muhsin menambahkan, pihaknya sempat mengaku khawatir jika musibah yang menimpa puluhan siswanya itu merupakan gejala flu babi yang akhir-akhir ini mulai merebak. Dengan demikian, ia mengaku bersyukur lantaran siswanya hanya menderita demam biasa. Ia menilai, hal itu sebagai sebuah kewajaran mengingat cuaca saat ini memang sedang tidak bersahabat.
“Cuacanya memang tidak bersahabat. Jika tidak mampu menjaga kesehatan dengan baik, siapapun bisa terkena biasnya,” tandas Muhsin.

Muhsin menjelaskan, sebenarnya untuk meningkatkan bidang kesehatan selama ini pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Puskesmas setempat. Menurutnya, belum lama ini lingkungan sekolahnya dinyatakan bebas dari endemik demam berdarah dengue (DBD) oleh Puskesmas tersebut.

m82

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…