Selasa, 4 Agustus 2009 15:35 WIB Boyolali Share :

Antisipasi kebakaran, BTNGM waspadai 12 desa

Boyolali (Espos)--Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) Boyolali meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan di 12 desa yang tersebar di Kecamatan Selo dan Ampel.

“Desa-desa itu menjadi fokus pantauan karena berbatasan langsung dengan Taman Nasional Merbabu dan rawan kebakaran,” ucap Kasi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kopeng, Agus Haryadi didampingi staf lapangan, Sukimin dan Amat Bintoro, baru-baru ini.

Ia menyebutkan, ke-12 desa tersebut yakni Ngagrong, Candisari, Ngargoloko, Sampetan, Ngadirojo dan Jlarem, seluruhnya berada di Kecamatan Ampel.
Sementara enam desa lain adalah Jrakah, Lencoh, Selo, Samiran, Tarubatang dan Jeruk seluruhnya berada di Kecamatan Selo.

Agus mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menemukan titik api, kendati demikian, BTNGM Boyolali terus meningkatkan monitor melalui satelit terhadap wilayah-wilayah yang selama ini menjadi titik kebakaran.

Staf lapangan, Sukimin, menambahkan pascakebakaran hebat di areal hutan seluas kurang lebih 10 hektare di Dukuh Stabelan pada 2008, BTNGM semakin meningkatkan kewaspadaan.

Berbagai upaya ditempuh agar musibah serupa tidak berulang. Di antaranya melibatkan penuh masyarakat.
Ia mengatakan, BTNGM tidak mampu penuh memantau areal hutan Merbabu yang mencapai 5.725 hektare (ha). Untuk itu diperlukan pelibatan seluruh elemen masyarakat dari desa-desa yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional.

dwa

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…