Selasa, 4 Agustus 2009 17:03 WIB Boyolali Share :

5 Kecamatan di Boyolali rawan pangan

Boyolali (Espos)--Sebanyak lima kecamatan di Boyolali terancam mengalami rawan pangan. Potensi rawan pangan disebabkan minimnya akses di lima wilayah tersebut.

Kelima kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Juwangi, Wonosegoro, Karanggede, Klego dan Selo.

“Seluruh kecamatan berpotensi tinggi terjadi rawan pangan,” ucap Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Boyolali, Sriwiyono, kepada wartawan, di sela-sela mengikuti pencanangan Bulan Bakti 2009, di Selo, Selasa (4/8).

Ia menyebutkan, suatu wilayah dikategorikan sebagai daerah rawan pangan jika memiliki indikator, antara lain tidak tersedianya instalasi listrik, jaringan air bersih, akses jalan yang buruk, minimnya lahan sawah tanaman padi, minimnya kesehatan dan tingginya angka kematian ibu melahirkan.

Sriwiyono memberikan contoh, minimnya lahan sawah untuk tanaman padi dapat mudah ditemui di Selo. Di daerah dataran tinggi lereng Merapi dan Merbabu ini tidak terdapat sawah tanaman padi karena memang tidak cocok. Sedangkan Juwangi dicontohkan sebagai daerah rawan pangan karena minim akses jalan dan ketersediaan air bersih.

Sriwiyono menandasakan, rawan pangan bukan semata disebabkan minimnya ketersediaan bahan pangan secara makro di Kota Susu. Sebab berdasarkan catatan, pada 2008 Boyolali surplus produksi beras.

Lebih lanjut Sri menguraikan, sebagai antisipasi rawan pangan di lima kecamatan, pihaknya memberikan bantuan natura gabah kering giling (GKG). Bantuan GKG sistem bergilir akan diberikan hingga akhir 2009.

Dikatakan, selain lima kecamatan, bantuan juga ditujukan untuk 14 kecamatan lain. Bantuan tersebut diberikan dan dkelola oleh Lembaga Pangan Masyarakat Desa (LPMD).

dwa

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…