Senin, 3 Agustus 2009 11:15 WIB News Share :

Pekanbaru kembali diselimuti asap

Pekanbaru–Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali mengepung kota Pekanbaru. Pemerintah dinilai tidak pernah serius menangani bencana lingkungan ini.

Kota Pekanbaru, Senin (3/8), tampak diselimuti kabut asap tebal. Kondisi seperti ini sudah menjadi rutinitas tahunan di saat musim kemarau. Hal ini disebabkan banyak pihak melakukan kegiatan membakar hutan dan lahan untuk pertanian kelapa sawit.

Kabut asap ini sangat merisaukan warga, terutama mereka yang memiliki balita atau yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Sebab, anak-anak paling rentan terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

“Kalau terus menerus dikepung asap, anak-anak kita ini yang paling mudah terserang penyakit. Pemerintah tidak mau peduli dengan kondisi kita di Riau ini. Masak setiap tahun terus ada asap,” keluh Yuliansyah warga Pekanbaru.

Aktivitas kebakaran hutan dan lahan tidak lagi menjadi hal yang baru di Riau. Sudah 10 tahun kawasan hutan terus menerus dibakar oleh sekelompok orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Pejabat kita baik pusat dan daerah hanya sibuk urusannya sendiri, urusan politik dagang sapi serta sederetan kepentingan kelompoknya. Tidak ada yang mau peduli kondisi kebakaran hutan di Riau ini. Pemerintah sudah menganggap hal sepele soal kebakaran hutan itu,” kata Direktur Tropika, NGO Lingkungan, Harijal Jalil.

dtc/fid

lowongan kerja
Harian Umum SOLOPOS Account Executive Toko Solopos, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….