Senin, 3 Agustus 2009 10:46 WIB News Share :

DPR
Tingkatkan kewaspadaan terhadap terorisme

Jakarta–Ketua DPR RI Agung Laksono menegaskan, segenap bangsa Indonesia harus bersatu padu meningkatkan kewaspadaan memerangi terorisme dan kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Khusus aparat Kepolisian RI, kata Agung saat menyampaikan pidato pada rapat Paripurna Luar Biasa DPR di Gedung DPR Jakarta, Senin (3/8), harus bertindak cepat dan profesional dalam menangkap para pelaku.

Menurut dia, Indonesia tidak mungkin dikalahkan oleh aksi terorisme dalam segala bentuknya.

“Bantuan seluruh masyarakat dalam ikut menjaga dan mencegah aksi teror sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Dalam Sidang Luar Biasa DPR yang beragendakan pula pidato kenegaraan Presiden Yudhoyono itu, Agung mengatakan, DPR, pemerintah, dan seluruh masyarakat Indonesia mengutuk keras aksi teror bom yang telah mencederai proses demokrasi yang sedang berjalan serta proses pembangunan saat ini.

“Teror bom Mega Kuningan dan beberapa teror lainnya, terutama di Papua, telah mengguncang citra Indonesia sebagai negara yang damai, aman, yang berkebhinnekaan, serta keragaman yang ditunjang dengan pertumbuhan ekonomi yang kondusif,” katanya.

Pada bagian lain pidatonya, Ketua DPR juga mengatakan, perencanaan anggaran harus selalu mengacu kepada analisa biaya manfaat yang menempatkan peningkatan kesejahteraan rakyat menjadi satu-satunya ukuran bagi keberhasilan proyek pembangunan tersebut.

“Oleh karena itu, dalam pertanggungjawaban anggaran, kita tidak semata-mata mempertanyakan dana yang tersedia dan dapat dipertanggungjawabkan, apakah target fisik tercapai, tetapi penting juga mempertanyakan seberapa jauh manfaat yang diperoleh rakyat dari pembangunan program dan proyek yang telah ditetapkan,” katanya.

Selain itu, masih kata Agung, panitia anggaran DPR bersama dengan pemerintah juga telah menyepakati besaran asumsi dasar RAPBN yaitu pertumbuhan ekonomi berkisar 5-6 persen, inflasi sebesar 4-6 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 9500-Rp 10.500, tingkat suku bunga SBI 3 bulan sebesar 6-7 persen, harga minyak 50-70 dolar AS per barel dengan lifting 0.960 juta barel per hari.

Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP), DPR dan Pemerintah juga sepakat bahwa tema pembangunan 2010 ini adalah pemulihan perekonomian nasional dan pemeliharaan kesejahteraan rakyat, peningkatan kualitas SDM Indonesia, pemantapan reformasi birokrasi dan hukum, pemantapan demokrasi dan keamanan nasional, pemulihan ekonomi yang didukung pembangunan pertanian, infrastruktur dan energi serta peningkatan kualitas pengelolaan Sumber Daya Alam.

ant/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…