Minggu, 2 Agustus 2009 18:19 WIB Sukoharjo Share :

Saluran sekunder rusak, pasokan irigasi ribuan petani di Sukoharjo terganggu

Sukoharjo (Espos)–Pasokan air bagi ribuan petani yang mengandalkan pengairan dari aliran Colo Timur di wilayah Sukoharjo terganggu lantaran kerusakan pada sejumlah saluran sekunder yang sampai saat ini belum tertangani. Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya warga serta pihak swasta yang menyedot air dari saluran induk Colo Timur untuk tujuan komersial.

Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Colo Timur, Sarjanto saat dijumpai Espos di Wirun, Mojolaban, baru-baru ini, mengungkapkan, saluran sekunder yang berumur puluhan tahun banyak yang rusak sehingga faktor kehilangan air cukup besar. Selain itu, sedimentasi yang cukup parah juga terjadi di beberapa lokasi sehingga mendesak untuk segera ditangani.

Beberapa saluran yang mendesak diperbaiki, ia mencontohkan, saluran sekunder menuju Kelurahan Kriwen dan Kenep (Sukoharjo), Bulakan, Sonorejo (Sukoharjo) dan Parangjoro (Grogol) serta saluran sekunder ke Gadingan dan Plumbon (Mojolaban).
“Karena sudah rusak dimakan usia, maka sangat dibutuhkan adanya perbaikan agar air tak banyak terbuang,” katanya.

Sarjanto menambahkan, akhir-akhir ini banyak warga yang menyedot air dari saluran induk Colo Timur untuk dikomersialkan kepada kalangan petani yang sawahnya tak mendapat aliran irigasi. Hal itu berimbas pada terganggunya pasokan air yang seharusnya diterima petani.

“Kalau menyedot untuk pribadi tak masalah, tapi kalau untuk komersial itu yang kami pertanyakan,” urainya.

Lebih lanjut, Sarjanto mengungkapkan, pengambilan air dari saluran induk dengan cara melubangi tanggul untuk memasang pipa atau selang yang banyak dilakukan petani dalam jangka panjang dikhawatirkan bisa merusak lingkungan. Ia berharap instansi berwenang mempunyai ketegasan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut karena masalah air sangat vital bagi kelangsungan sektor pertanian.

Pada bagian lain, Pelaksana Fisik Colo Timur Bidang Operasional dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Sarmin saat dihubungi via telepon mengungkapkan, pihaknya mengalami kesulitan dalam menertibkan warga yang menyedot air dari saluran induk.

rei

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…