Minggu, 2 Agustus 2009 18:11 WIB Hukum Share :

Pasar Klewer diancam dibom

Solo (Espos)–Pasar Klewer Solo diancam akan dibom oleh orang tidak dikenal, Minggu (2/8) siang. Pelaku mengaku telah meletakkan bom di pasar tersebut.

Ancaman melalui telepon tersebut kali pertama diketahui oleh pemilik toko batik Kencana Ungu, Evi Budiharjo, 43, warga Grogol, Sukoharjo. Pelaku menelpon Evi melalui telepon di tokonya yang berada di blok G-18 lantai dasar Pasar Klewer.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Evi menerima telepon dari seorang laki-laki. Awalnya, pelaku menanyakan apakah benar yang ditelepon adalah kios di Pasar Klewer.
“Saya tidak jawab dan saya tanya penelpon itu siapa,” ujar Evi.

Melalui telepon tersebut, pelaku meminta Evi agar menyampaikan kepada pihak keamanan jika sudah ada bom yang dipasang di Pasar Klewer. Setelah itu, pelaku langsung menutup telepon.

“Suaranya jelas kalau laki-laki dan menggunakan Bahasa Indonesia. Setelah bilang seperti itu langsung ditutup teleponnya sehingga durasinya tidak lebih dari satu menit,” ungkap Evi.

Setelah ada telepon tersebut, Evi meminta pegawainya Puguh Triyanto melaporkan adanya ancaman tersebut ke pos Satpam dan pos polisi di Pasar Klewer. Adanya laporan ancaman bom tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh polisi dengan mendatangi lokasi kejadian.

Sejumlah pedagang menyatakan, saat ada ancaman bom, Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari juga sedang mengunjungi Pasar Klewer. Adanya ancaman bom tersebut tidak diketahui oleh sejumlah pedagang dan pengunjung pasar.

Informasi tersebut sengaja tidak disebarkan untuk menghindari kepanikan. Aktivitas pasar tetap berjalan normal dan tidak terganggu dengan adanya ancaman tersebut.

Polisi sempat meminta keterangan dari Evi dan melakukan pengamanan di pasar tersebut. Selain itu, anggota Brimob juga sempat melakukan pengamanan di depan Pasar Klewer. Polisi juga menyisir sejumlah tempat di pasar tersebut.

Sementara itu, Koordinator Bidang Keamanan Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Tri Suwarni menduga pelaku yang mengancam ada bom di pasar tersebut adalah orang iseng.

Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto melalui Kasatreskrim Kompol Suharyanto menjelaskan, dari hasil penyisiran tidak ditemukan bom atau benda yang mencurigakan.

dni

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS Account Executive, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….