Minggu, 2 Agustus 2009 13:21 WIB News Share :

Jembatan gantung putus, 17 Siswa luka

Garut–Jembatan gantung sepanjang 48 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 10 meter di Kampung Cipicung, Desa Banyuresmi, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, putus, sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (2/8).

Diduga jembatan itu tak kuat menanggung beban. Akibat insiden itu, banyak siswa sekolah yang tengah melintas menjadi korban.

“Sebanyak 43 siswa SMP Muhammadiyah Banyuresmi tergelincir jatuh, 4 orang mengalami luka berat dan 13 lainnya luka ringan,” ungkap Kapolsek Banyuresmi AKP Asep Suherli kepada wartawan.

Umumnya para korban mengalami luka-luka di tangan dan kaki terkilir, lecet dan luka di bagian kepala.
“4 Korban dirawat di RSU dr Slamet Garut, karena luka di bagian kepala dan muka cukup parah,” ujar Asep.

Menurut Asep, jembatan gantung tersebut tidak mampu menahan beban berat sehingga tali penyangga terputus. Selain itu kualitas kontruksi jembatan yan g terbuat dari papan, pegangan dari besi dan kawat, kurang baik.

“Seharusnya ada rambu-rambu pembatasan beban, ini kan tidak ada sehingga pengguna jembatan seenaknya saja,” ujar Asep.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…