Minggu, 2 Agustus 2009 19:38 WIB Pendidikan Share :

Jajanan di tiga sekolah terindikasi mengandung formalin

Solo (Espos)–Yayasan Kakak bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo menemukan indikasi terdapat zat formalin yang terkandung dalam jajanan di tiga sekolah di Kota Solo.

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Unisri, Indrias Tri Purwanti saat ditemui wartawan di sela-sela acara pelatihan mendeteksi formalin di SDN Sawahan 2, Sabtu (1/8), mengatakan hingga kini pihaknya menemukan indikasi kandungan formalin dalam beberapa jajanan di tiga sekolah di Kota Solo yakni, SDN Banyuanyar 1, SDN Sawahan 2, dan SMPN 17.
Menurutnya, beberapa jajanan sekolah yang terindikasi mengandung formalin itu antara lain cilok, bakso goreng, mie kering, keripik singkong, tahu goreng, dan makaroni. Beberapa jajanan itu dijual oleh pedagang kaki lima di sekitar sekolah dan kantin sekolah.

“Masing-masing sekolah kami ambil sampel 5-6 jenis jajanan untuk kami uji formalin. Hasilnya, beberapa jajanan yang terindikasi mengandung formalin itu ditemukan di tiga sekolah yang berbeda,” papar Indrias.

Menurut Indrias, dalam hal ini pihaknya menggunakan dua alat yakni Kalium Permanganan (KMn04) atau yang biasa disebut PK dan uji formalin semi kuantitatif untuk mendeteksi indikasi kandungan formalin dalam jajanan sekolah itu. Ia menjelaskan, sebenarnya larutan PK mempunyai warna dasar merah muda. Akan tetapi, jika PK ini mampu berubah warna menjadi putih jernih saat dilarutkan dalam makanan, maka makanan tersebut terindikasi mengandung zat formalin.

Indrias menambahkan, hasil uji coba itu belum membuktikan bahwa beberapa jajanan tersebut mengandung formalin. Menurutnya, diperlukan sebuah penelitian lebih lanjut jika ingin membuktikan jajanan itu mengandung formalin.

“Kami hanya mendeteksi dengan indikator-indikator yang ada. Dengan demikian, kami hanya bisa menyimpulkan kemungkinan besar jajanan sekolah itu mengandung zat formalin yang berbahaya jika dikonsumsi,” tandas Indriah.

Sementara itu, Manajer Divisi Komsumen Yayasan Kakak, Fajar Yulianto mengatakan pelatihan mendeteksi formalin itu bertujuan untuk mendidik siswa agar bisa memilah-milah layak atau tidak jajanan itu untuk dikonsumsi. Menurutnya, hasil uji coba itu selanjutnya akan diajukan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo untuk mencarikan solusi atas persoalan itu.

m82

LOWONGAN PEKERJAAN
SDIT AL IKHLASH COLOMADU KRA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…