Minggu, 2 Agustus 2009 17:41 WIB Karanganyar Share :

Dewan sinyalir dana LUEP untuk biaya Pemilu

Karanganyar (Espos)–Ketua DPRD Karanganyar Juliyatmono menyatakan penggunaan dana LUEP yang seharusnya untuk kalangan pemilik rice mill, sebagian di antaranya justru digunakan untuk kepentingan Pemilu legislatif yang lalu.

Pihaknya sendiri masih mengupas data-data yang diterimanya, terkait alur penggunaan dana lembaga usaha ekonomi pedesaan (LUEP) dan para penikmatnya.

“Sebelumnya ada wacana yang kuat kalau sebagian pengguna dana LUEP itu dari kalangan anggota DPRD Karanganyar. Agar semuanya jelas, siapa-siapa saja yang memakainya, apakah ada anggota Dewan, makanya saya minta datanya dibuka biar gamblang. Ternyata, tidak ada anggota DPRD yang ikut menggunakan dana LUEP. Namun, memang ada sejumlah Caleg pada Pemilu legislatif lalu yang namanya ada dalam daftar itu,” ujar Juliyatmono, akhir pekan lalu.

Kendati tak mau membeberkan siapa-siapa saja nama peminjam dana LUEP itu, namun Juliyatmono mengungkapkan beberapa orang yang dipinjami dana LUEP oleh Arsyad Solechan, yang bertindak selaku sekretaris tim LUEP, tidak ada hubungannya sama sekali dengan urusan ketahanan pangan. Rata-rata peminjam dana LUEP bisa meminjam hingga Rp 300 juta/orang.

“Arsyad selaku sekretaris tim bertindak melampaui batas. Bahkan tim sendiri tidak tahu pemanfaatan dana itu. Kenapa juga, Arsyad bisa mencairkan dana di bank dan sebanyak Rp 1,2 miliar dipinjamkan di bawah tangan. Ini memang harus diusut tuntas. Sebab kalau termasuk ranah Tipikor, itu akan tanggung renteng. Semuanya akan kena,” tandasnya.

Terkait dampak dari penyelewengan dana LUEP itu, pihaknya meminta supaya Pemkab dan Kantor Ketahanan Pangan Karanganyar ikut bertanggung jawab dan berupaya menuntaskan persoalan ini. Jangan sampai setelah tahun 2009 ini gagal mendapatkan kucuran dana LUEP dari Pemprov Jateng, kemudian kembali gagal pada tahun 2010 mendatang.

dsp

lowongan kerja
Harian Umum SOLOPOS Account Executive Toko Solopos, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…