Sabtu, 1 Agustus 2009 15:04 WIB Sport Share :

Bobby Robson meninggal setelah berjuang melawan kanker

London–Ucapan berduka cita berdatangan dari berbagai penjuru dunia, Sabtu WIB, setelah mantan pelatih tim nasional Inggris Bobby Robson meninggal akibat kanker.

Sebuah pernyataan yang mewakili pihak keluarga mengumumkan, pria berusia 76 tahun yang pernah mengantar Belanda, Portugal dan Barcelona ke tangga juara, meninggal dengan tenang di rumah.

“Dengan penuh rasa duka, hari ini diumumkan bahwa Bobby Robson kalah dalam perjuangan panjang menghadapi kanker,” demikian isi pengumuman tersebut.

“Ia meninggal dengan sangat tenang pagi ini di rumahnya di Contry Durham dengan istri besar keluarga disampingnya.”

Bendera setengah tiang pun berkibar di Ipswich Town, klub tempat ia mengawali karir sebagai pelatih, serta markas Asosiasi Sepakbola Inggris di Stadion Wembley.

Sementara di markas Newcastle United, tempat Robson pernah melatih sampai 2004, para pemain serta seluruh staf mengadakan upacara mengheningkan cipta selama satu menit. Para penggemar pun memberikan ucapan duka cita berbentuk karangan bunga.

Robson terakhir kali tampil di depan publik, Minggu lalu (26/7) di St James Park ketika ia mendapat sambutan penuh emosi dari sekitar 30.000 penonton yang menyaksikan pertandingan khusus untuk menggalang dana bagi pengobatan kankernya.

Liga Sepakbola Inggris mengumumkan bahwa pertandingan pertama liga pada 8 Agustus mendatang akan ditandai dengan upacara mengheningkan cipta. Liga Utama Inggris juga berencana untuk melakukan hal serupa.

Fabio Capello, pelatih nasional Inggris saat ini, merupakan salah satu dari sekian banyak penerus Robson yang menjadi pelatih tim nasional Inggris 1982-1990.

Pencapaian terbaik Robson adalah mengantar Italia ke semifinal Piala Dunia 1990 di Italia.

“Sir Bobby adalah pria sejati. Ia mencintai sepakbola dan sangat bangga dengan negerinya serta daerah Timur Laut,” kata Capello.

Terry Venables, seperti halnya Robson yang pernah melatih Barcelona dan mengantar Inggris ke semifinal Euro 1996, menambahkan: “Ini adalah hari yang sangat menyedihkan, ia selalu tampil sebagai pejuang. Ia selalu memperjuangkan segalanya atas apa yang telah diberikan kepadanya.”

Sven-Goran Eriksson, pelatih asing pertama yang menangani tim nasional Inggris, mengatakan bahwa Robson selalu menjadi inspirasi bagi dirinya.

“Ketika saya menjadi pelatih Inggris, saya sering menelponnya dan ia dengan senang hati memberikan nasihat dan bantuan,” kata Eriksson, pelatih asal Swedia itu.

“Ia kelihatan bagi kepada semua orang, termasuk kepada saya. Bagi saya, ia adalah orang yang istimewa,” katanya.

Robson, putra seorang penambang batu bara, tercatat sebagai salah satu tokoh sepakbola paling populer di dunia.

Ia menikmati masa-masa kejayaan saat bermain untuk klub West Bromwich Albion dan Fulham dalam kurun waktu 1950-an dan 1960-an.

Robson juga menyandang reputasi sebagai pelatih muda yang cerdas di Inggris setelah menjadi tim papan bawah Ipswich Town pada 1969 yang kemudian tampil sebagai klub yang disegani dengan meraih gelar juara Piala FA pada 1978 dan Piala UEFA pada 1981.

Ia kemudian dipercaya sebagai sebagai pelatih tim nasional Inggris pada 1982. Meski mendapat banyak rintangan pada awalnya, Robson yang kemudian bertahan selama delapan tahun, disebut-sebut sebagai pelatih Inggris paling sukses.

Kesuksesan bersama tim nasional Inggris membuatnya dilirik klub Eropa dan pada 1990, ia menangangi klub Belanda PSV Eindhoven dan sukses membawa klub itu meraih gelar juara domestik.

Setelah sebenarnya melatih Sporting Lisbon, Robson direkrut Porto dimana ia sukses mengantar klub Portugal itu meraih dua gelar juara, sebelum kemudian pindah ke Barcelona pada 1996.

Pada tahun yang sama di Nou Camp, ia pun mengantar Barcelona ke tangga juara Piala Spanyol, Super Cup Spanyo dan Cup Winner’s Cup.

Robson yang untuk pertama kali didiagnosa mengidap kanker usus pada 1992, kembali ke kampung halamannya pada usia 66 tahun untuk menjadi pelatih Newcastle United.

Ia berhasil mengantar klub tersebut ke tangga juara Liga Champions sebanyak dua kali sebelum kemudian dipecat pada 2004.

Pekerjaan terakhirnya di sepakbola adalah ketika diminta sebagai konsultan khusus tim Irlandia. Pada 2008 ia divonis juga mengidap kanker paru-paru yang diyakini tidak bisa disembuhkan.

Sejak itu, kegiatannya lebih banyak berhubungan dengan kegiatan amal untuk mengumpulkan dana bagi pengobatan kankernya, serta membantu orang lain yang mengalami nasib sama.

Meninggalnya Robson segera menyebar keseluruh dunia dan dipimpin Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, dunia pun menyampaikan upacan belangsungkawa.

“Saya pernah bertemu dengan Bobby dalam beberapa acara khusus. Semangat, rasa kebangsaan, dedikasi dan profesionalisme-nya tidak ada yang menandingi pada masanya, baik sebagai pemain maupun pelatih,” kata Brown dalam sebuah pernyataannya.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…