Sabtu, 1 Agustus 2009 16:39 WIB News Share :

55 Perancang busana peragaan di Keraton Yogyakarta

Yogyakarta–Sebanyak 55 perancang busana di Indonesia akan  memeriahkan kegiatan tahunan “Jogja Fashion Week” (JFW) pada 5-9 Agustus 2009 di Pagelaran Keraton Yogyakarta.

“Setiap hari akan digelar peragaan busana menampilkan karya perancang busana asal Pekalongan, Solo, dan Klaten, bahkan ada yang datang dari Kalimantan,” kata Wakil Ketua JFW 2009, Sumono Wibowo, di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, peragaan busana akan digelar rutin setiap malam pada 5-8 Agustus 2009 mulai pukul 19.00 WIB hingga 21.30 WIB di Pagelaran Keraton Yogyakarta.

Panitia, katanya, sengaja memilih Pagelaran Keraton, karena lokasi di Keraton Yogyakarta akan memberi suasana lain kepada penonton untuk melihat karya para perancang busana.

“Ada suasana historis di tempat tersebut. Jika hanya digelar di hotel, maka suasananya sama saja jika digelar di luar Yogyakarta,” katanya.

Selain menyajikan karya perancang busana Indonesia, katanya, JFW 2009 akan mengadakan tiga lomba, yaitu desain kerajinan pendukung peragaan yang diikuti 21 peserta, lomba desain peragaan yang diikuti 26 peserta, dan lomba foto blogger yang diikuti 25 peserta.

“Seluruh pemenang dalam perlombaan akan diumumkan saat penutupan JFW 2009 pada 9 Agustus,” katanya.

Pembukaan JFW 2009 rencananya akan dibuka Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X pada Selasa (4/8) malam di Pagelaran Keraton Yogyakarta.

Dalam acara itu akan dideklarasi “100 Persen Cinta Produk Indonesia” dan peragaan busana dengan model dari publik figur di Indonesia.

Sri Sultan HB X dijadwalkan memberikan batik Yogyakarta kepada duta besar Indonesia yang bertugas di beberapa negara, sedangkan yang sudah memastikan hadir adalah duta besar Indonesia untuk Jepang.

“Kain batik yang berasal dari beberapa perusahaan batik nantinya diserahkan ke perancang busana di negara tersebut sehingga batik akan lebih dikenal luas,” katanya.

Sebelum pembukaan, katanya, akan digelar karnaval budaya dari Alun-alun Utara dan akan melewati beberapa jalan protokol di Kota Yogyakarta, yaitu Jalan Senopati, Jalan Mataram, Jalan Malioboro, dan berakhir di Alun-alun Utara.

“Sebanyak 30 andong hias, komunitas sepeda, marching band, dan  komunitas pejalan kaki akan memeriahkan karnaval tersebut,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir, mengatakan, acara tersebut merupakan kampanye bagi masyarakat dunia bahwa Yogyakarta aman dan nyaman untuk dikunjungi.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat dunia akan melihat bahwa Yogyakarta merupakan tempat tujuan wisata yang aman,” katanya.

JFW yang telah digelar sejak 2006 tersebut, katnya, belum termasuk dalam agenda tahunan wisata di DIY, meski telah masuk sebagai agenda wisata bulanan di DIY.

 

Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…