Jumat, 31 Juli 2009 19:57 WIB Sport Share :

Solo raih emas terbanyak menembak

Semarang (Espos)–Kontingen Solo keluar sebagai peraih medali emas terbanyak cabang menembak Porprov Jateng 2009 dengan tujuh medali emas, disusul tuan rumah Kota Semarang lima medali emas, dan Klaten dengan tiga medali emas.

Tujuh medali emas itu dari nomor silhouette 3 posisi 22 meter pompa perorangan dan beregu, silhouette multi range pompa perorangan dan beregu, silhouette multi range gas perorangan dan silhouette multi range gas beregu, dan 10 meter air pistol men.

Sementara pada pada hari terakhir cabang menembak yang berlangsung di Lapangan Tembak GOR Jatidiri, Jatingaleh, Kota Semarang, Jumat (31/7) sore petembak Solo gagal meraih medali emas.

Dari tiga medali emas yang diperebutkan, Solo hanya kebagian satu perak pada nomor 10 meter air rifle match men perorang melalui Madrofi dan satu medali perunggu pada 10 meter air rifle match men beregu oleh Madrofi, Agus P, dan Suyoto.

Medali emas 10 meter air rifle match men perorang diraih Gatot Puspojudo (Kabupaten Semarang) dan perunggu Hernawan Putra S (Klaten).

Sedang pada nomor beregu emas diraih Klaten yang diperkuat Hernawan Putra, FX Iwan S, Yama Susilo Prabowo, dan medali perak Kota Semarang beranggotakan Andy Hendrata, Lilik P, dan Bonine Bagus P.

Pada nomor 10 meter air rifle match women perorang, petembak Klaten mendominasi perolehan medali emas, perak, dan perunggu masing-masing Maxima Rizado, Trisnaningtyas Primasari, dan Yoshefin Shila P. Nomor 10 meter air rifle match women beregu batal dipertandingkan karena pesertanya hanya dua daerah saja yakni Wonosobo dan Klaten.

“Sesuai ketentuan cabang menembak, nomor beregu minimal harus diikuti tiga peserta, karena ternyata hanya dua peserta terpaksa dibatalkan,” jelas Sekretaris Panitia Pelaksana (Panpel), Bagus Hariyono.

oto

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…