Jumat, 31 Juli 2009 18:24 WIB Issue Share :

SIPA 2009 bidik 10.000 penonton

Solo (Espos)–Pergelaran Solo International Performing Arts (SIPA) 2009 ditarget bisa menghadirkan 10.000 penonton. Bidikan itu dinilai realistis mengingat, agenda besar yang digagas Pemkot Solo itu bakal menghadirkan pertunjukan teater, tari,
dan musik dari 22 performer (penampil) dari dalam maupun luar negeri yang berbakat.

Tentu kapasitas seniman-seniman andal yang bakal terlibat, memberikan magnet tersendiri bagi penyelenggaraan SIPA 2009 yang digelar Jumat-Minggu (7-9/8), di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo.

Dalam sesi jumpa pers, Jumat (31/7), di Lodji Gandrung, panitia mengemukakan berbagai rangkaian persiapan SIPA 2009 yang sudah mulai dijalankan secara intens. Walikota Solo, Joko Widodo menyatakan, SIPA 2009 menjadi salah satu strategi yang dilangsungkan untuk mengantarkan Kota Solo sebagai sebagai Kota Seni Pertunjukan.

“Kalau seni pertunjukan yang bermacam-macam, dengan skala besar seperti ini bisa diselenggarakan tiap bulan, sehingga ada 12 agenda, maka kita bisa mengklaim bahwa Solo sebagai Kota Seni Pertunjukan. Sejauh ini, termasuk SIPA 2009, masih ada empat, jadi kurang delapan event lagi,” jelas Walikota.

Sementara itu, Ketua Panitia SIPA 2009 Irawati Kusumorasri menjelaskan, akan ada 22 penampilan di pergeleran akbar itu. Beberapa di antaranya adalah seniman yang berasal atau bermukim di Solo, seperti Teater Tari Sahita, Slamet Gundono yang menampilkan wayang suket, serta Eko Supriyanto bersama kelompok tari yang dipimpinnya, Solo Dance Studio.

“Sedangkan yang berasal dari luar negeri antara lain, Denmark akan menyajikan pentas musik, Chinese Opera Institut dari Singapura, dan Luo Chao-Yun’s Music Company dari Taiwan. Beberapa delegasi dari luar negeri juga ada yang sudah lama tinggal atau belajar seni di Indonesia, seperti kelompok musik kontemporer asal Jepang, Kito Siopo,” tutur Irawati.

Sementara itu, dari segi panggung pementasan, akan dibuat panggung utama dengan ukuran 12 meter x 20 meter di depan Benteng Kavaleri. Di kedua sisi panggung tersebut, juga akan didirikan panggung sayap yang berukuran 4 meter x 6 meter. hkt

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….