Jumat, 31 Juli 2009 16:28 WIB Hukum Share :

Kasus dugaan korupsi UKM, kerugian negara capai Rp 177 J

Solo (Espos)–Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo menjadwalkan melakukan pemeriksaan saksi ahli dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam kasus dugaan korupsi bantuan usaha kecil dan menengah (UKM) dandang dan kompor tahun 2004.

Pemeriksaan tersebut dilakukan karena kejaksaan telah menerima hasil audit kerugian negara dari BPKP, pekan lalu. Dari hasil audit yang dilakukan, kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp 177 juta. Kasubsi Penuntutan Pidsus Kejari Solo Arief Kurniawan SH menjelaskan, audit kerugian dalam kasus UKM dandang dan kompor telah selesai. “Hasil audit telah keluar yaitu kerugian negara Rp 177 juta. Dengan keluarnya audit tersebut, kami akan segera melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dari BPKP,” kata Arief di Kantor Kejari Solo, Jumat (31/7).

Dia mengatakan, pemeriksaan terhadap saksi ahli dilakukan untuk mempertajam dan memperjelas hasil audit, termasuk poin-poin kerugian negara dalam kasus yang menyeret Ketua Koperasi Mitra Abadi, Sutari Riwayadi dan Manager Koperasi Mitra Abadi Solo, Herawan Santoso sebagai tersangka.

Arief menegaskan, saat ini proses pemberkasan kasus tersebut terus dilakukan sehingga setelah pemeriksaan saksi ahli selesai, pihaknya dapat segera melakukan pelimpahan tahap II ke penuntut umum.

Saat disinggung mengenai jumlah kerugian negara yang berbeda dengan perhitungan kejaksaan, dia menyatakan, BPKP mendasarkan pada surat pengajuan utang dengan kode modal awal padanan (MAP).
dni

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…