Jumat, 31 Juli 2009 16:08 WIB Boyolali Share :

Dewan desak pengusutan dugaan penyimpangan pembangunan Pasar Boyolali

Boyolali (Espos)–Kalangan DPRD Boyolali mendesak dilakukan pengusutan atas dugaan terjadinya penyimpangan pembangunan Pasar Boyolali Kota. Desakan tersebut disampaikan, setelah Dewan mensinyalir adanya penyimpangan pada proses pembangunan pasar yang menelan anggaran Rp 26,9 miliar.

Ketua DPRD Boyolali, Saptoto, ditemui <I>Espos<I>, seusai Rapat Paripurna di Gedung Dewan, baru-baru ini, menilai pembangunan Pasar Boyolali sangat molor. Meski sudah berjalan sekitar 17 pekan, namun progres pembangunan yang dipercayakan PT Tata Bumi Raya belum mencapai 50 persen.

“Atas keterlambatan ini saya menduga ada penyimpangan,” katanya.

Sebagai langkah mendapatkan kepastian penyebab, Saptoto telah meminta Komisi III untuk memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Jika terbukti terdapat penyimpangan, ia menegaskan, pihak Kejaksaan Negeri wajib menindak.

Saptoto mengatakan, dugaan penyimpangan muncul setelah Dewan melakukan inspeksi mendadak awal pekan ini. Ia kembali menegaskan, jika ditemukan indikasi yang mengarah pada penyimpangan, pihaknya tidak segan melaporkan kepada pihak berwajib untuk meneruskan pengusutan.

Saptoto menyebutkan, surat teguran dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Boyolali atas respons keterlambatan proses pembangunan pasar oleh rekanan, semakin menguatkan dugaan penyimpangan pembangunan pasar yang menelan anggaran senilai Rp 26,9 miliar tersebut. Lambatnya progres pembangunan membuat Dewan meragukan kemampuan PT Tata Bumi Raya yang dipercaya menangani proyek tersebut.

dwa

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…