Kamis, 30 Juli 2009 21:05 WIB Boyolali Share :

Dalam sehari, dua kebakaran terjadi

Boyolali (Espos)–Dalam sehari dua kebakaran hebat terjadi pada Kamis (30/7) dinihari di Boyolali. Musibah tersebut masing-masing menimpa KH Machmudi,55, warga RT 16/III Dukuh Sumber, Desa Sumber Agung, Kecamatan Klego dan Dikun Cipto Sumarto, 75, warga DUkuh Sido Waluyo, Desa Musuk, Kecamatan Musuk. Akibat kejadian tersebut, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 65 juta.

Kebakaran yang melanda rumah milik Dikun, terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Sumber api diduga berasal dari tungku yang menyambar tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram (kg) yang ada di dekatnya.

Informasi <I>Espos<I> menyebutkan, sekitar pukul 22.00 WIB, korban usai memasak menggunakan kayu bakar di tungku. Usai memasak, korban segera pergi tidur, namun diduga bara api ditungku masih menyala. Bara api tersebut diduga merembet ke tumpukan kayu dan tabung gas elpiji berada tak jauh dari tungku. Sehingga api berkobar cukup besar dan membakar seluruh isi rumah.

Kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 01.30 WIB saat api sudah membesar. Korban yang mengetahui kejadian itu bergegas membangunkan anggota keluarga lain dan berlari menyelamatkan diri. Para tetangga berupaya membantu memadamkan api. Namun tidak berhasil.

Camat Musuk, Nugroho, dalam laporan yang diterima Kantor Sandi dan Telekomunikasi (Santel) Pemkab, menyebutkan tidak terdapat korban jiwa dalam musibah tersebut. Korban hanya mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta.

Musibah sama juga dialami KH Machmudi. Akibat musibah ini, ia mengaku mengalami kerugian Rp 50 juta.

Menurut Kepala Desa Sumber Agung, Budiyanto Agus Marjono, kepada <I>Espos<I>, menyebutkan kebakaran kali pertama diketahui korban sekitar pukul 02.30 WIB. Saat terbangun hendak menunaikan salat tahajud. Saat itu korban mendapati atap rumah sudah dilalap si jago merah. Korban segera berteriak minta tolong kepada para tetangga. Warga yang mencoba menjinakkan api tidak berhasil karena angin berhembus kencang.

Barang-barang milik korban yang ikut terbakar antara lain, satu unit sepeda motor Honda <I>Grand<I> AD 5415 TF, satu televisi dan radio, dua buah almari berikut isinya, enam buah sertifikat dan uang tunai Rp 2 juta.

Selain itu, perhiasan senilai sekitar Rp 2 juta, peralatan bolo pecah milik RT setempat senilai Rp 7 juta dan barang-barang dagangan kelontong sebesar Rp 4 juta juga ludes terbakar. Kebakaran yang melanda tokoh agama itu diduga akibat hubungan arus pendek listrik.
dwa

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…