Rabu, 29 Juli 2009 12:13 WIB Ah Tenane Share :

Lho, kok katut?

29ahtenaneLady Cempluk yang tinggal di Makamhaji Sukoharjo ini termasuk orangtua yang greteh memberi nasihat kepada anak-anaknya. Apalagi ketika Tom Gembus, anak mbarep-nya akan berangkat ke Bandung untuk kuliah di sana.

Dalam perjalanan dari Makamhaji ke Stasiun Balapan, Cempluk tak henti-hentinya ndremimil menasihati Gembus yang hanya bisa manthuk-manthuk mendengar ceramah ibunya.

Sampai di stasiun pun Cempluk masih melanjutkan ceramahnya hingga ke dalam gerbong KA Lodaya yang akan mengantarkan anak lanang-nya merantau ke Bandung.

Menjelang keberangkatan kereta pukul 20.30 WIB, Jon Koplo, sang ayah, dan Gendhuk Nicole, adik Tom Gembus, turun. Cempluk juga mau turun, akan tetapi dia bertemu dengan teman Gembus yang sudah akrab dengan dirinya. Karuan saja Cempluk yang terkenal banyak cakap ini terlibat pembicaraan ngecuprus sampai-sampai peringatan bahwa kereta mau berangkat babar blas tak digagas-nya.

Ketika kereta mulai jalan pelan-pelan, mak jegagik, Cempluk baru sadar kalau ia masih berada di atas kereta. Sebenarnya ia sudah beranjak mau turun tapi dicegah Tom Gembus yang takut kalau ibunya mencolot dari kereta.

”Bu, jangan turun. Bahaya!” teriak Gembus panik sontak menyita perhatian penumpang lain.

Tak kalah paniknya, sang suami dan anak wedok-nya yang ada di luar kereta tampak bengak-bengok memanggil Cempluk.

”Pak, Pak, bisa nggak turun di Purwosari? Ini ibuku katut,” tanya Koplo memelas kepada kru kereta.

”Wah, ndak bisa, Mas. Nanti turun di stasiun Klaten saja.”

Dasar lagi apes, ndilalah HP Cempluk juga katut dibawa Nicole. Turun di Stasiun Klaten, nasib Cempluk masih belum mujur. HP tak dibawa, Wartel pun tak ada. Dia cengingak-cenginguk kaya wong ilang. Untung ada seorang pemuda yang meminjamkan HP-nya untuk menghubungi sang suami. Setelah menunggu setengah jam, suami dan anak perempuannya menjemput di Klaten.

”Yah, lumayan kan Bu, di dalam kereta masih bisa melanjutkan ceramahnya,” sindir Koplo kepada istrinya dalam perjalanan pulang. Sementara Cempluk cuma cengar-cengir masih anyel.  Kiriman Isminatun, Kuyudan Baru RT 05/RW V, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…