Rabu, 29 Juli 2009 19:07 WIB Karanganyar Share :

Komisi B tuntut tanggung jawab pengembang GLA

Karanganyar (Espos)–Komisi B DPRD Karanganyar menuntut pihak pengembang segera memberikan pertanggungjawaban keuangan terkait munculnya persoalan pengelolaan Perumahan Griya Lawu Asri (GLA) yang berlokasi di Desa Jeruksawit, Gondangrejo.

Demikian disampaikan Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Agustinus Kurniawan, mengingat perumahan tersebut juga mendapat bantuan dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI, terutama menyangkut subsidi pemerintah bagi pasar perumahan tersebut.

Dikemukakannya, nilai subsidi program tersebut adalah Rp 12,5 juta/rumah. Sehingga, dalam hal ini DPRD akan meminta pertanggungjawaban pengembang, mengingat ada 1.370 unit rumah yang diusulkan terima subsidi. Jika tidak ada respon atau tidak bisa memberikan pertanggungjawaban, maka hal ini akan diperkarakan ke kejaksaan, Agustinus mengatakan, akhir pekan lalu Komisi B menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi.

“Dan jatuh pada kesimpulan bahwa pembangunan perumahan tersebut jauh dari harapan,” tutur Agustinus, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Rabu (29/7).

Dikemukakan Agustinus, dari 1.300 target pembangunan unit rumah, saat ini baru terealisasi 700 unit rumah itupun termasuk rumah yang baru dalam tahap pondasi.

Permasalahan kedua, lanjutnya, belum ada komponen perumahan yang matang. “Fasilitas umum vital, seperti listrik dan sumber air bersih belum matang. Mengapa, program yang sudah berjalan 3 tahun itu belum bisa melengkapi komponen tersebut. Dan mengapa baru terealisasi 700 rumah? Itu adalah kesalahan fatal pengembang.”

Ditemui terpisah, Manager GLA, Handoko Mulyono menjanjikan bahwa rumah di GLA tidak akan mangkrak. Pihaknya mengakui menemui sejumlah kendala, seperti sumber air, listrik yang saat ini tengah diupayakan. Serta proses Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang sebelumnya sempat dibatalkan secara one prestasi oleh pihak bank yang bekerja sama.

haw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…