Rabu, 29 Juli 2009 20:58 WIB News Share :

460 TKI bermasalah di Yordania akan dipulangkan

Jakarta–Sebanyak 460 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah yang berada di penampungan di Kedutaan Besar RI  di Amman, Yordania akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI)  Moh Jumhur Hidayat melalui layanan pesan singkat (SMS) dari Amman, Yordania, Rabu, berjanji memulangkan mereka pada awal Agustus.

Jumhur berharap setelah mereka kembali ke daerah asal tidak perlu ragu atau malu berintegrasi dengan masyarakat di kampung halaman.

“Keluarga kalian pasti senang dapat berkumpul lagi,” kata Jumhur saat berdialog dengan 460 TKI bermasalah itu.

Menurut Dubes RI untuk Jordania dan Palestina Zainulbahar Noor, TKI yang berada di penampungan itu  sebagian besar berasal dari Jabar, Banten, Jateng, dan Jatim.

Mereka rata-rata ditampung sejak 6 hingga 12 bulan lalu karena telah habis masa kontrak kerjanya di tempat majikan, gajinya tidak dibayar oleh majikan, TKI di bawah umur (18 th namun di paspor 25-30 tahun), TKI berusia di atas 40 th, dipaksa ganti majikan oleh agensi penempatan tenaga kerja Jordan, dan atau mengalami kekerasan dari majikan.

Para TKI itu diserahkan ke penampungan oleh agen bahkan majikan tanpa penyerahan resmi dan mereka dipandang melebihi masa izin tinggal (over stay) sekaligus dikenai denda izin tinggal oleh pemerintah setempat.     

Biaya pemulangan 460 orang TKI bermasalah itu berasal dari sebagian majikan yang bersedia menanggung tiket penerbangan pesawat Garuda Indonesia dan sebagian lagi dari anggaran BNP2TKI  dan Departemen Luar Negeri.

Saat berdialog dengan TKI itu, Jumhur didampingi Zainulbahar, Direktur Timteng Deplu Aidil Chandra Salim, Deputi Kepala BNP2TKI Bidang Kerja Sama Luar Negeri dan Promosi Ramli Sa’ud, Tenaga Profesional Kepala BNP2TKI Bidang Komunikasi Publik Mahmud F Rakasima, dan sejumlah pejabat lain.

Selain ke Yordania, Jumhur hingga akhir pekan ini juga akan melakukan kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab.     

Ant/tya

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…