Selasa, 28 Juli 2009 19:22 WIB Klaten Share :

Pihak keluarga Maruto mulai tertutup dengan wartawan

Klaten (Espos)–Pihak keluarga Maruto, laki-laki kelahiran RT 19 RW 9 Dukuh Pakisan, Desa Pakisan, Cawas, Klaten yang disebut-sebut sebagai bagian jaringan tokoh teroris Noordin M Top, mulai menutup diri terhadap kehadiran para para jurnalis.

Ayah dan ibu kandung Maruto yakni Sujono dan Sri Mulyani, mengisyaratkan sikap penolakan mereka terhadap kehadiran jurnalis dengan mengindari permintaan wawancara para jurnalis. Saat daun pintu rumah diketuk dan salam dilontarkan oleh para wartawan, Selasa (28/7), tidak ada respons atau jawaban dari tuan rumah. Selain itu diketahui pihak keluarga menulis pesan singkat berbunyi “Mohon maaf tidak lagi terima tamu wartawan,” dan “Biarkan kami tenang,”. Pesan yang ditulis dalam satu lembar kertas kalender tersebut diletakkan di kursi depan rumah Maruto.

Berdasar pengamatan <I>Espos<I> diketahui, rumah orangtua Maruto tersebut tampak lengang sepanjang selasa siang hingga sore. Di halaman depan rumah ada sebuah mobil Daihatsu Taft GT Nopol H 7763 US sedang diparkir. Keberadaan mobil yang diduga kuat milik orantua Maruto tersebut sedikit tersembunyi lantaran ditutupi tirai kain. Salah seorang tetangga Sujono dan Sri Mulyani yakni Agus Santoso menuturkan, sejak pergi merantau beberapa tahun lalu Maruto diketahui tidak pernah lagi pulang ke rumah. “Selama ini juga tidak ada tanda-tanda mencurigakan seperti adanya orang-orang yang tidak dikenal,” paparnya kepada wartawan.

Senada, Budhe Maruto yaitu Sunarti ditemui wartawan mengaku terkejut dengan kabar bahwa keponakannya tersebut diduga bagian dari jaringan teroris Noordin M Top. Namun dia mengaku tidak percaya dengan informasi yang menyebutkan bahwa Maruto adalah kaki tangan gembong teroris. Menurutnya, sejak kecil Maruto dikenal sebagai sosok yang santun dan pandai.

kur

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…