Selasa, 28 Juli 2009 20:13 WIB News Share :

Dephub akan klarifikasi ke Saudi soal Lion Air

Jakarta–Departemen Perhubungan (Dephub) memastikan akan meminta klarifikasi kepada otoritas penerbangan Arab Saudi, menyusul belum disetujuinya rencana pembukaan rute Jakarta-Jeddah Lion Air pada 28 Juni 2009.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan, Herry Bakti Singayudha Gumay menjawab pers di Jakarta, Selasa, mengatakan, pihaknya merasa perlu untuk meminta klarifikasi kepada otoritas penerbangan Arab Saudi (General Authority Civil Aviation/GACA), khususnya alasan mengapa penerbangan Lion ke Jeddah masih terhambat.

“Ya akan menanyakan kenapa kok GACA belum memberikan izin. Padahal sebelumnya semua telah disetujui,” katanya.

Herry menduga hal itu terjadi karena ada pergantian pimpinan di  Arab Saudi.

“Kemungkinan, setelah ada pergantian pimpinan (GACA, red) dan Lion yang tidak masuk dalam daftar pencabutan pelarangan Uni Eropa untuk maskapai penerbangan di Indonesia. Hanya empat yang masuk dalam daftar pencabutan yaitu Garuda Indonesia, Mandala Airlines, PremiAir dan Airfast,” katanya.

Seperti diketahui, maskapai lain yang masih dalam daftar pelarangan terbang ke Eropa, harus diresertifikasi sebelum diusulkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Dephub ke Komisi UE untuk mendapatkan pencabutan pelarangan terbang ke UE.

Sementara itu, sumber-sumber di lingkungan Departemen Perhubungan menyatakan, terhambatnya perizinan Lion Air ke Jeddah terutama disebabkan oleh keputusan pencabutan larangan terbang UE hanya kepada empat maskapai, tidak termasuk Lion Air.

“GACA kan sangat berkiblat, regulasi ‘safety’-nya dengan UE. Jadi, wajar mereka menunda untuk sementara. Kami kira hal ini, tidak hanya kepada Lion tetapi maskapai nasional lain yang juga punya rencana buka rute baru ke Arab Saudi, seperti Batavia Air dan Pelita Air Service,” kata sumber itu.

Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait saat dikonfirmasi mengenai hal itu, melalui pesan singkat, tidak menjawab.
Ant/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…